PASIR PENGARAIAN (RIAUSKY.COM)- Terkait menularnya penyakit mulut dan kuku pada ternak sapi saat ini di beberapa daerah di Riau, saat ini Pemkab Rokan Hulu melalui Dinas Peternakan dan Perkebunan sudah melakukan langkah kongkrit di lapangan.
Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Rokan Hulu Agung CH S.STP melalui Kepala Bidang Peternakan Doni S.Pt kepada riausky.com Ahad (5/6/2022) menjelaskan bahwa saat ini sudah ada sebanyak lima ekor sapi di Desa Pasir Jaya Kecamatan Rambah Hilir yang terkena penyakit mulut dan kuku.
"Saat ini Desa Pasir Jaya sudah ditetapkan sebagai lokasi Lockdown untuk keluar masuk ternak terhitung sejak 20 Mei 2022 lalu. Disnakbun Rohul sudah melakukan uji ke laboraturium veteriner di Bukittinggi," Papar Doni.
Dijelaskan Doni, tingkat kematian ternak yang terkena PMK memang sangatlah kecil, akan tetapi tingkat kesakitan ternak cukuplah tinggi. Tentu saja hal itu akan membuat kerugian bagi petani ternak.
Saat ini lanjut Doni, petugas peternakan kesulitan untuk mengantisipasi lalu lintas ternak yang masuk ke Rokan Hulu, karena adanya oknum yang selalu ingin memasukkan ternak sapi ke Rokan Hulu dari daerah tertular PMK.
Dalam waktu dekat ini, Pemda Rokan Hulu akan menerbitkan surat edaran Bupati Rokan Hulu terkait dengan Pembentukan Gugus Tugas terkait PMK di Rokan Hulu.
Sejauh ini, Dinas Peternakan dan Perkebunan Rokan Hulu telah melakukan sosialisasi bersama TNI dan Polri serta pengusaha ternak, terkait perlunya kewaspadaan penularan PMK bagi ternak di Rokan Hulu.(R19)
Listrik Indonesia

