PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kota Pekanbaru, mengaku telah memeriksa lebih dari tiga ribu ekor hewan kurban sebagai antisipasi sebaran wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Kepala Bidang Peternakan Distankan Pekanbaru Herlandria menyebutkan, sejauh ini belum ditemukan adanya hewan kurban yang terjangkit PMK.
"Untuk saat ini dari yang sudah kita periksa masih aman, tapi belum tahu untuk ke depannya. Karena penularan virus yang menyebabkan PMK itu sangat cepat," ucapnya, Senin ( 27/6).
Selain memastikan kondisi hewan kurban aman dari PMK, juga dilakukan pemeriksaan apakah hewan kurban sudah memenuhi syarat untuk disembelih seperti kondisi fisik yang tidak boleh cacat dan umur sudah mencukupi.
"Dari yang sudah kita periksa semua sudah memenuhi syarat untuk menjadi hewan kurban," ungkapnya.
Lanjut Herlan lagi, pemeriksaan hewan kurban dimulai sejak Rabu pekan kemarin sampai hari H nanti. Bagi hari H, tim dari Distankan masih terus turun kelapangan guna memantau hewan qurban yang sudah disembelih.
"Mungkin ada hati yang ganjil atau ada kondisi daging yang diragukan. Tim nanti akan turun memantau ke lapangan. Masyarakat juga bisa melapor ke kita," tutupnya.(R06)
- Otonomi
- Kota Pekanbaru
Distankan Sudah Periksa Kesehatan 3.000 Hewan Kurban di Pekanbaru, Ini Hasilnya...
Redaksi
Senin, 27 Juni 2022 - 20:46:00 WIB
Ilustrasi sapi.
Pilihan Redaksi
IndexUniversitas Abdurrab Launching 'Halala', Body Lotion yang Halal dan Sehat
Tak Terima Nama Dicatut, LLMB Beri PHR Waktu 1 Bulan untuk Beri Penjelasan
Rumah Dinas Bupati Indragiri Hilir Kebanjiran, Ini Penampakannya
Blok Minyak West Kampar di Riau Kini Punya Pengelola Baru
Pengumuman! Pendaftaran Calon Anggota Panwaslu Kelurahan/Desa di Riau Diperpanjang
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Otonomi
Sekda Meranti Hadiri Pembukaan Pendidikan Bintara Polri di SPN Polda Riau
Senin, 20 Juli 2026 - 14:57:13 Wib Otonomi
Bupati Bistamam Minta UMKM Rohil Jangan Tertinggal di Era Digital
Senin, 20 Juli 2026 - 09:26:44 Wib Otonomi
Fix, Pelantikan Ketua RT/RW Tidak Dilakukan Serentak, Akan Dilakukan Retreat
Senin, 20 Juli 2026 - 08:41:23 Wib Otonomi

