JAKARTA (RIAUSKY.COM)- Buah alpukat dikenal sebagai vitamin, nutrisi, dan lemak yang menyehatkan jantung.
Meskipun tinggi lemak, jenis lemak yang terkandung dalam alpukat dapat bermanfaat bagi penderita diabetes tipe 2.
Bagi penderita diabetes tipe 2, menambahkan alpukat ke dalam menu makanan sehari-hari dapat membantu menurunkan berat badan, menurunkan kolesterol, dan meningkatkan sensitivitas insulin.
Manfaat alpukat untuk penderita diabetes tipe 2
Dilansir dari Healthline, berikut adalah manfaat alpukat untuk penderita diabetes 2:
1. Tidak menyebabkan lonjakan gula darah
Alpukat merupakan buah rendah karbohidrat, yang berarti memiliki sedikit efek pada kadar gula darah.
Sebuah studi telah mengevaluasi efek menambahkan setengah alpukat ke makan siang pada orang sehat dan kelebihan berat badan.
Hasilnya, mereka menemukan bahwa alpukat tidak secara signifikan memengaruhi kadar gula darah.
Meski rendah karbohidrat, alpukat tetap tinggi serat. Sementara itu, banyak makanan berserat tinggi yang masih meningkatkan kadar gula darah.
2. Sumber serat yang baik
Setengah dari alpukat berukuran kecil mengandung sekitar 5,9 gram karbohidrat dan 4,6 gram serat.
Menurut National Academies, asupan serat harian minimum yang direkomendasikan untuk orang dewasa adalah:
1. Wanita 50 tahun ke bawah: 25 gram
2. Wanita di atas 50 tahun: 21 gram
3. Pria 50 tahun ke bawah: 38 gram
4. Pria di atas 50: 30 gram
Sebuah tinjauan tahun 2012, yang diterbitkan dalam Journal of American Board of Family Medicine, melihat hasil dari 15 studi yang melibatkan suplemen serat (sekitar 40 gram) untuk penderita diabetes tipe 2.
Mereka menemukan, suplemen serat untuk diabetes tipe 2 dapat menurunkan kadar gula darah puasa dan kadar A1c.
Sebagai gantinya, cobalah makan makanan berserat tinggi. Asupan serat dapat ditingkatkan dengan makan lebih banyak buah, sayuran, dan tanaman rendah karbohidrat, seperti alpukat, sayuran hijau, beri, biji chia, dan kacang-kacangan.
3. Membantu menurunkan berat badan dan meningkatkan sensitivitas insulin
Menurunkan berat badan dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi kemungkinan akan mengalami komplikasi serius.
Lemak sehat yang ditemukan dalam alpukat dapat membantu merasa kenyang lebih lama.
Ketika merasa kenyang lebih lama setelah makan, keinginan untuk mengemil dan mengonsumsi kalori ekstra pun berkurang.
Lemak sehat dalam alpukat, yang disebut lemak tak jenuh tunggal, juga dapat membantu tubuh menggunakan insulin lebih efektif.
Sebuah studi tahun 2007 mengevaluasi rencana penurunan berat badan yang berbeda pada orang dengan penurunan sensitivitas insulin.
Para peneliti menemukan, diet penurunan berat badan yang tinggi lemak tak jenuh tunggal dapat meningkatkan sensitivitas insulin.
4. Sarat dengan lemak sehat
Lemak baik, lemak tak jenuh tunggal dan lemak tak jenuh ganda, dapat meningkatkan kadar kolesterol baik.
Kolesterol baik dalam darah membantu membersihkan kolesterol jahat, yang pada gilirannya akan mengurangi risiko serangan jantung dan stroke.
Sumber lemak sehat yang baik ini meliputi:
Alpukat, Kacang-kacangan, seperti almond, kacang mete, dan kacang tanah , Minyak zaitun.(R02)
Sumber Berita: kompas.com
Listrik Indonesia

