PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Kinerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Siak untuk melakukan perbaikan kebocoran pipa di sepanjang Jalan Cempaka, Kecamatan Senapelan mulai membikin gerah warga.
Pasalnya, sampai hari ini, air perusahaan daerah milik Pemko Pekanbaru yang kini telah beralih status menjadi Perusahaan Daerah Air Minum (Perumdam) ini belum melakukan perbaikan apapun. Padahal, sudah lebih sebulan terhitung sebelum Idul Adha sejumlah titik pipa PDAM di kawasan itu bocor.
Sepintas orang mengira perbaikan pipa tersebut telah selesai dilakukan, karena sudah tidak menimbulkan banjir. Padahal sampai saat ini belum ada perubahan.
''Memang tidak banjir lagi, seperti di depan C7, tapi bukan berarti sudah diperbaiki, air PDAM di sekitar kawasan ini masih mati sampai hari ini,'' ungkap Ketua LPM Senapelan, Dedet.
Dijelaskan dia, pihaknya sudah terlalu sering mengkonfirmasi kepada pihak PDAM Tirta Siak menanyakan kapan dilakukan perbaikan. Tapi sampai hari ini tak kunjung ada perbaikan.
Yang membuat dirinya dan warga kesal adalah, pihak PDAM seperti lempar bola dengan pelaksana kegiatan IPAL.
''Setiap ditanya ke PDAM, mereka selalu menyalahkan IPAL. Saat ditanyakan ke pihak IPAL, dikatakan mereka sudah memberikan kompensasi kepada PDAM dan sekarang kegiatan IPAL sudah tidak ada lagi di kawasan tersebut. Jadi kami bingung, mau mengeluh ke mana lagi,'' kata Dedet.
Dia berharap permasalahan air PDAM di sekitaran Jalan Cempaka-Melati, Kemboja Cempaka dan di depan Indomaret C7 untuk segera diperbaiki, sehingga imbasnya tidak berlarut-larut dan menyusahkan warga.
Apalagi ini kaitannya dengan air. Situasi ekonomi sedang sulit begini, warga harus menambah biaya untuk membeli air bersih dan air untuk minum.
''Kalau sehari dua hari mungkin tak masalah, tapi kalau tiap hari beli air supaya bisa mandi dan minum kan memberatkan warga,'' kata dia.
Dia berharap DPRD Pekanbaru dan Penjabat Wali Kota mengawasi kinerja PDAM Tirta Siak. ''Karena sampai hari ini sudah lebih sebulan tak ada upaya perbaikan. Sibuk melempar-lempar kesalahan saja, bukan menurunkan petugas untuk memperbaiki,'' kesal dia.
Dedet menyebutkan, di sekitar kawasan itu, ada tak kurang dari ribuan warga yang menggantungkan kebutuhan air bersih dari PDAM. Dengan kondisi ini, setiap hari warga teriak, karena tak mampu membeli air setiap hari. (R04)
Listrik Indonesia

