Peresmian Klinik Kaki Dan Edukasi Diabetes

Eka Hospital Gelar Talkshow Diabetes Cegah Luka Kaki

Eka Hospital  Gelar Talkshow Diabetes Cegah Luka Kaki
Suasana Talkshow Diabetes dengan menghadirkan Chairman of Diabetes Connection Care Eka Hospital Grup, Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo, Sp.PD-KEMD, FINASIM, FACE, Kamis (6/10).

PEKANBARU (RIAUSKY.COM) - Rumah Sakit Eka Hospital Pekanbaru menggelar Talkshow Diabetes dengan menghadirkan Chairman of Diabetes Connection Care Eka Hospital Grup, Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo, Sp.PD-KEMD, FINASIM, FACE, Kamis (6/10).

Talkshow Diabetes membahas mengenai pencegahan luka kaki pada diabetesi juga menghadirkan pembicara dua narasumber Konsultan Endokrinologist Eka Hospital Pekanbaru yaitu DR. Dr Jazil Karimi, SpPD, KEMD, FINASIM dan Dr. Ramzi Asrial, SpBTKV, Dokter Spesialis Bedah Vaskular.

Pada pembukaan talkshow Prof. Sidartawan kembali mengenalkan Diabetes Connection Care (DCC) juga mengedukasi bahwa kaki diabetes merupakan salah satu jenis komplikasi diabetes.

Penanganan kaki diabetes menjadi hal penting untuk disoroti karena banyak pasien datang terlambat untuk berobat.

Hal itu berujung pada kaki yang terpaksa diamputasi.

''Kebanyakan pasien baru datang ke rumah sakit saat sudah mengalami kaki diabetes. Padahal luka pada kaki diabetes perlu penanganan khusus untuk mencegah risiko kecacatan akibat komplikasi memburuk,'' ujarnya di sela- sela talkshow yang digelar pada Kamis, (6/10).

Konsultan Endokrinologist Eka Hospital Pekanbaru, DR. Dr Jazil Karimi, SpPD, KEMD, FINASIM menyebutkan, salah satu faktor terbesar kaki diabetes adalah gula darah yang tidak terkontrol.

Faktor lainnya adalah pembuluh darah arteri yang sering terjadi pada pasien diabetes atau biasanya disebut penyakit pembuluh darah tepi.

Kondisi ini disebabkan adanya kerusakan pembuluh darah pada pasien diabetes menahun yang tidak terkontrol sehingga terjadi kekurangan pasokan darah atau tidak ada pasokan darah sampai ke ujung kaki.

Deteksi dini bisa menjadi salah satu langkah pencegahan agar amputasi kaki diabetes dapat dicegah.

Begitu mendapati luka, pasien diabetes dianjurkan segera memeriksakannya ke dokter.

"Kalau pasien diabetes kaki ada bengkak, merah, ada luka, atau menghitam harus segera ke dokter. Karena kalau sudah sampai rumah sakit sudah hitam, biasanya tidak bisa diselamatkan lagi. Jika sudah menghitam artinya jaringannya sudah mati, tidak ada lagi aliran darah ke kaki,” papar dokter Jazil.

dr Jazil juga berpesan kepada masyarakat untuk selalu dapat mengendalikan pola hidup, baik itu makanan dan olahraga yang harus seimbang.

Karena bila tidak terkendali akan menyebabkan penyempitan pada pembuluh darah.

Untuk itu pentingnya mencukupi kebutuhan primer, sekunder, dan tersier dalam kehidupan agar tidak terjadi komplikasi sehingga tidak terjadi kecacatan.

Sementara itu ditambahkan Direktur Regional Eka Hospital Pekanbaru, dr. Elizabeth, selain talkshow, acara ini juga sekaligus meresmikan pembukaan klinik kaki dan edukasi diabetes di DCC Eka Hospital Pekanbaru.

"Kami hadir untuk membantu masyarakat mendapatkan perawatan yang tepat pada kaki diabetes dengan tim dokter dari DCC yang kami miliki di Pekanbaru. Eka Hospital berharap dapat membantu lebih banyak lagi pasien dengan masalah diabetes, mendapatkan penanganan dan tidakan secara komprehensif hingga melakukan perawatan secara berkala," katanya menjelaskan.

Diabetes Connection Care Eka Hospital memiliki tim dokter spesialis multidisiplin yang bekerjasama dengan tim dokter spesialis endokrin dibawah asuhan Prof. Sidartawan guna menangani berbagai masalah yang ditimbulkan oleh penyakit diabetes, salah satunya luka kaki diabetes.

Tim dokter DCC bersama dokter spesialis bedah vaskular akan merawat luka tersebut untuk mencegah terjadinya amputasi tungkai kaki.

Saat ini layanan diabetes sudah bisa dilakukan di seluruh cabang Eka Hospital Grup.

Melalui kehadiran pusat layanan DCC, Eka Hospital menjadi rumah sakit swasta pertama yang memiliki pusat layanan terintegrasi untuk diabetes melitus.

Sementara itu, dr Ramzi mengatakan ''untuk mencegah terjadinya amputasi, kami mengajak masyarakat dapat memeriksakan diri sedini mungkin, sehingga dapat diobati sedini mungkin untuk mencegah amputasi pada kaki, karena kasus amputasi secara global saat ini mencapai 37 dari 1000 kasus amputasi,'' kata dia.

''Untuk itu pentingnya untuk melakukan pengecekan berkala agar menghindari terjadinya hal yang tidak diinginkan,'' kata dia.

Hadir dalam talkshow sekaligus peresmian klinik kaki dan edukasi diabetes adalah Komunitas Impana, yayasan jantung sehat, karang taruna, kader posyandu, tenaga kesehatan di lingkungan kota Pekanbaru dan masyarakat disekitar.(R06)

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional