SELATPANJANG (RIAUSKY.COM)- Tingginya intensitas curah hujan tinggi membuat ratusan rumah, masjid, sekolah hingga kantor desa di Kepulauan Meranti masih terendam banjir.
Dari data yang dihimpun di lapangan, kondisi terparah masih berlangsung di dua desa Kecamatan Rangsang Barat.
Demikian disampaikan Bhabinsa Rangsang Barat, Sertu Muhammad Amri, Rabu (14/22/2022) dikutip dari tribunpekanbaru.
Disebutkannya Desa Mekar Baru, dampak banjir merendam 240 rumah warga, 2 masjid, 2 musala, 3 sekolah dan kantor desa.
Menyusul 13.600 kilometer jalan dan 400 hektar lahan pertanian tampak seperti sungai.
Kondisi yang sama juga dirasa warga Desa Bina Maju.
Di sana 317 unit rumah, 3 unit masjid, 2 unit sekolah, 2 unit kantor desa, hingga 280 hektar lahan pertanian, termasuk 17.900 kilometer jalan masih tergenang.
Amri membeberkan tingginya genangan air tidak kurang dari 30 hingga 60 sentimeter.
Gambaran hasil mitigasi mereka dan tim gabungan, air lambat menyusut dampak pendangkalan sungai.
"Banjir yang melanda akibat aliran sungai tidak normal untuk menampung debit dari curah hujan tinggi," ungkapnya.
Hingga kini kondisi masih terbilang cukup parah. Belum lagi lahan pertanian yang gagal panen hingga banyak petani yang merugi.
Menurutnya kondisi akan berlangsung lama. Karena diprediksi hujan masih turun walaupun dengan curah ringan.
Tak banyak yang dapat mereka lakukan selain bergohong-royong membersihkan pinggiran dan permukaan sungai.
Mereka juga terus menghinbau warga agar tetap waspada akan terjadinya hal tidak diinginkan.
"Tetap mengawasi keselamatan warga. Terutama anak terhadap setiap kemungkinan buruk. Untuk itu juga tim juga telah membangun posko penanggulangan bencana hidrometeorologi dan banjir yang dilengkapi sejumlah fasilitas," pungkasnya.(R05)
Listrik Indonesia

