Disketapang Pekanbaru Edukasi Warga dari Residu Timbal dan Pestisida pada Sayuran dan Buah di Pasar, Hasilnya ...

Disketapang Pekanbaru Edukasi Warga  dari Residu Timbal dan Pestisida pada Sayuran dan Buah di Pasar, Hasilnya ...
Kadis Ketapang Pekanbaru Ir Hj El Syabrina saat proses uji residu buah dan sayuran di Pasar Limapuluh.

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Buah dan sayuran yang hendak dikonsumsi keluarga idealnya tidak hanya bersih, namun juga harus terbebas dari dampak bawaan penggunaan pestisida maupun timbal.

Guna mengedukasi publik agar mengkonsumsi sayuran yang tidak saja bersih, Dinas Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru melakukan sosialisasi dan edukasi berupa Uji Residu penggunaan pestisida dan kimia bawaan pada buah dan sayuran yang sehari-hari dikonsumsi masyarakat di Pasar Limapuluh Pekanbaru, Rabu (28/12/2022).

Dalam Uji Residu yang melibatkan sejumlah tim teknis Dinas Ketapang Pekanbaru, dilakukan pengujian menggunakan starter kit dan cairan penetralisir yang dituangkan ke dalam wadah penguji.

''Dari uji yang dilakukan atas sejumlah sayuran seperti bayam, kangkung, cabai, nenas, jambu biji merah serta tomat, diketahui, hampir mayoritas buah dan sayuran yang dijual di pasar ini sehat, artinya terbebas dari kontaminasi pestisida dan efek timbal,''ungkap Kepala DInas Ketahanan Pangan Pekanbaru Ir.Hj El Syabrina MP ditemui disela-sela pengujian.

Dikatakan El Syabrina, pada mayoritas buah dan sayuran lokal yang dilakukan uji coba, hasilnya baik, artinya layak konsumsi. Sementara untuk jenis buah, memang ditemukan ada kontaminasi pestisida dan timbal.

Pelaksanaan Uji Residu pada buah dan sayuran yang dijual di Pasar Limapuluh Pekanbaru pada Rabu (28/12/2022).

''Mungkin bagi sebagian kita, utamanya kaum ibu, tidak lagi memperhatikan hal-hal ini. Terkadang buah dan sayuran hanya dicuci selintas, padahal, di lapisan luar maupun di dalam buah tersebut masih terkandung residu yang berpotensi menyebabkan penyakit untuk jangka panjang, di antaranya adalah pestisida dan timbal,''ungkap pakar pertanian ini.

El Syabrina mengungkapkan, kontaminasi pestisida dan timbal yang menumpuk di dalam tubuh setiap hari akan berpotensi menyebabkan kanker untuk jangka panjang.

''Untuk itulah, kami mengajak dan mengedukasi masyarakat, untuk mulai memperhatikan sayuran, bukan saja masalah bersihnya, namun juga kesehatannya sebelum dikonsumsi oleh keluarga,'' ajak El Syabrina.

''Tidak ada salahnya juga sesekali, baik ibu maupun bapak yang berbelanja sayuran dan buah melakukan pengujian dengan cara sederhana sebagaimana yang kita lakukan ini, untuk memastikan higienitas sayur dan buah yang akan dikonsumsi keluarga,'' imbuh dia.

Dia juga menjelaskan, bahwa hasil uji residu yang dilaksanakan ini, tidak hanya berakhir sebagai sampel pengujian saja, namun juga secara teknis akan disampaikan hasilnya kepada dinas terkait, untuk bisa ditindaklanjuti kepada petani yang ada, maupun daerah penyuplai.

''Ya, tetap kita sampaikan hasil dari uji residu ini kepada dinas terkait untuk bisa dilakukan pembinaan lagi melalui petugas teknis di lapangan agar bisa mengurangi tingkat penggunaan bahan-bahan yang berpotensi berbahaya bagi kesehatan sayuran dan buah yang akan dikonsumsi masyarakat,'' kata dia.

El Syabrina juga menjelaskan, sejauh ini, mayoritas dari sayuran dan buah yang diproduksi secara lokal di Kota Pekanbaru relatif aman dari residu berbahaya untuk kesehatan.

''Tadi yang kita uji dan ditemukan residu timbal di atas ambang itu setelah kita cek berasal dari pulau Jawa.  

Adapun untuk buah yang teindikasi mengandung  residu pestisida di atas ambang berasal dari daerah lain di Riau, bukan ditanam di Pekanbaru.(R03)

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional