TELUKKUANTAN (RIAUSKY.COM)- Diduga terjadi overlapping penggunaan sebagian dana kegiatan Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) tiga OPD masing-masing, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan (Dishub) dengan dana yang bersumber dari BUMDes Karya Muda Bersama (KMB) Desa Perhentian Sungkai, Kecamatan Pucuk Rantau.
Hal itu terungkap saat Ketua Komisi II DPRD Kuansing Darmizar beserta anggota menggelar hearing bersama Ketua KMB, Jalunis, Ketua BPD Perhentian Sungkai, Rabu (12/01/23) di ruang hearing DPRD Kuansing.
Untuk diketahui, saat ini BUMDes KMB mengelola kebun kelapa sawit Pemda Kuansing yang ada di Desa Perhentian Sungkai tersebut.
Dalam penjelasan awalnya, Jalunis memaparkan telah menggelontorkan tiga kali dana dengan total Rp152 juta.
Dana Rp152 Juta, bebernya disalurkan untuk kegiatan Diklatsar sebesar Rp 77 Juta.
Jadi, dalam hearing itu terungkap, dari dana Rp 77 Juta untuk Diklatsar tiga OPD itu, sekitar Rp 63 juta digunakan untuk membiayai konsumsi Diklatsar yang berlangsung selama seminggu itu.
Sedangkan sisanya Rp 15 Juta digunakan untuk membiaya operasional tiga alat berat milik Dinas PUPR Kuansing dalam rangka memperbaiki jalan jelang kedatangan Plt Bupati dan peserta Diklat yang dilaksanakan dalam areal kebun kelapa sawit Pemda itu.
Sementara, tiga dari dua OPD masing-masing BPBD dan Satpol PP dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) kegiatan itu juga mengalokasikan dana konsumsi bagi peserta.
Lalu, disalurkan pula uang Rp 40 juta untuk kegiatan Pacu Jalur Expo dalam rangka Porprov dan penyelenggaraan Pacu Jalur Rayon I tahun 2022 sebesar Rp 35 Juta.
Menurutnya, untuk dana Pacu Jalur Rayon I diurus oleh Ketua Panpel Rayon I Azrori atas arahan Plt Bupati.
Sedangkan untuk dana Pacu Jalur Expo saat Porprov, katanya, diserahkan melalui transfer rekening sebanyak dua kali dengan jumlah transfer masing-masing Rp 20 juta.
Namun sebelum menyetor dana kebun BUMDes untuk pacu Jalur Expo saat Porprov ini, katanya, oleh Pj Kades Perhentian Sungkai dirinya diminta menemui Tere (nama panggilan pejabat terkait) yang bertugas di BPBD Kuansing.
Setelah bertemu Tere dirinya diarahkan untuk mengirimkan dana ke rekening tersebut. Akan tetapi, saat itu dirinya tidak ingat nomor rekening yang dikirimi uang itu. Akan tetapi, arsipnya masih ada di kantor.
"Nanti bisa dilihat," katanya.
Dalam hearing, Plt Kepala BPBD, Yulizar dan Kepala Satpol PP bersikukuh dana konsumsi peserta Diklatsar untuk anggota masing-masing berasal dari DPA OPD mereka.
Menurut keterangan Yulizar untuk konsumsi peserta Diklatsar anggota BPBD awalnya dipesan dari daerah Timpe di Sumbar lalu diralat dari Desa Perhentian Sungkai.
Sementara, Kepala Satpol PP, Shanti Evi Dimenti menyebut untuk konsumsi mereka pesan dari orang Kuantan Tengah yang ada di Desa Perhentian Sungkai.
Sementara, Jalunis kembali menegaskan, bahwa mereka menyediakan dana konsumsi untuk peserta selama seminggu dengan dana yang habis sekitar Rp 62 Juta.(R12)
Listrik Indonesia

