Tak Sarapan Ternyata Bisa Memicu Kolestrol Tinggi, Kok Bisa...?

Tak Sarapan Ternyata Bisa Memicu Kolestrol Tinggi, Kok Bisa...?
Ilustrasi/net

JAKARTA (RIAUSKY.COM)- Tak banyak disadari, melewatkan sarapan adalah salah satu kebiasaan yang meningkatkan kadar kolesterol di dalam darah.

Kolesterol tinggi merupakan kondisi saat kolesterol atau zat lilin seperti lemak dalam darah berada di atas batas normal.

Kadar kolesterol tinggi dapat memicu pembentukan plak di dalam pembuluh darah. Kondisi tersebut mampu berkembang menjadi aterosklerosis, yakni penyempitan pada pembuluh.

Saat pembuluh darah menyempit, seperti menurut laman Cleveland Clinic, maka berisiko lebih tinggi terkena berbagai masalah kesehatan termasuk penyakit jantung dan stroke.

Lantas, mengapa sarapan berpengaruh terhadap kadar kolesterol?

Sarapan menurunkan kolesterol total dan LDL

Dikutip dari laman Eat This (21/6/2022), sarapan telah terbukti menurunkan kolesterol total dan low-density lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat dalam tubuh.

Berdasarkan meta-analisis pada 2020, para peneliti menemukan bahwa rata-rata LDL orang yang melewatkan sarapan adalah 9,24 mg/dL lebih tinggi.

Kadar tersebut apabila dibandingkan dengan orang-orang yang memulai hari dengan mengonsumsi makanan asli, bukan hanya minuman seperti kopi.

Selain itu, dilansir dari Eating Well (5/1/2023), penelitian menunjukkan bahwa melewatkan sarapan akan memicu penurunan tingkat energi dan peningkatan kecemasan.

Bagi orang dengan kolesterol tinggi, tak makan pagi juga dapat meningkatkan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular.

Kardiovaskular sendiri merupakan penyakit yang disebabkan adanya gangguan pada jantung dan pembuluh darah.

Kondisi tersebut berkaitan erat dengan zat kolesterol yang selama ini "menghuni" dan mengendap di dalam pembuluh darah.

Tak sarapan picu aterosklerosis

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, tidak sarapan berpotensi meningkatkan gangguan pada jantung dan pembuluh darah.

Dikutip dari Time (2/10/2017), studi dalam Journal of American College of Cardiology menunjukkan bahwa tidak sarapan akan berimbas pada penumpukan plak kolesterol.

Pada studi, para peneliti menganalisis data lebih dari 4.000 pria dan wanita dengan rentang usia 40-54 tahun.

Mereka kemudian dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan kalori saat makan pagi, yakni kurang dari 5 persen, antara 5 dan 20 persen, atau lebih dari 20 persen.

Tercatat, hanya sekitar 3 persen orang yang termasuk dalam kategori pertama. Artinya, mereka melewatkan sarapan dan hanya mengonsumsi kopi, jus, atau minuman lain.

Sekitar 69 persen orang mengonsumsi sarapan rendah kalori seperti roti bakar atau kue kecil, sedangkan 28 persen sisanya makan makanan besar.

Dari analisis tersebut, para peneliti menemukan, kategori tidak sarapan dan sarapan rendah kalori berkaitan dengan beberapa faktor risiko penyakit jantung.

Orang yang sarapan kurang dari 5 persen dari kalori harian tercatat 2,5 kali lebih mungkin mengalami aterosklerosis.(R02)

Sumber Berita: kompas.com

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional