PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Kampung Dalam kembali mencekam...Berkali-kali digerebek aparat kepolisian, aktivitas peredaran narkotika di kawasan yang selalu masuk target operasi pemberantasan narkotika dan obat-obatan terlarang itu ternyata belum mati. Malah makin menjadi-jadi. Buktinya, selain menemukan barang bukti puluhan bungkus narkotika jenis sabu, polisi juga kembali menemukan kamera pengintai di beberapa rumah dan bunker untuk pelarian.
Padahal, dalam razia yang dilakukan polisi beberapa waktu lalu, seluruh sarana yang mendukung aktivitas peredaran narkoba di kawasan padat penduduk di pinggiran Sungai Siak itu sudah sempat diberangus dan dihancurkan aparat.
''Operasi ini tidak akan berhenti, polisi tetap melakukan pengawasan terhadap aktivitas peredaran narkoba. Kebetulan ini bersamaan dengan operasi Bersinar, fokusnya pada pemberantasan narkoba,'' ungkap Direktur Reserse Narkotika, Kombes Hermansyah, di sela-sela operasi, Ahad, 10 April 2016.
Dari pantauan riausky.com, di beberapa rumah warga, aparat kembali mencabut kamera cctv dan di dalam rumah aparat juga mengambil receiver. ''Di rumah tersebut juga ada ditemukan puluhan bungkus sabu siap edar, alat hisap, timbangan digital dan bungkusan,'' ungkap salah seorang petugas di lapangan.
Di dalam salah satu rumah, polisi juga menemukan jalur evakuasi untuk para pelaku diduga pengedar yang ditutup rapi menggunakan pintu besi dan diawasi oleh kamera cctv.
Di dalam rumah itu juga ditemukan bunker yang diduga digunakan untuk melarikan diri oleh para pelaku. Aparat kepolisian memang sedikit kesulitan untuk menembus rumah tersebut, sehingga, diduga ada oknum pengedar yang diduga berhasil melarikan diri dari rumah tersebut.
Untuk bisa menembus ke dalam rumah tersebut, polisi terpaksa membongkar paksa menggunakan palu dan linggis. Pada saat itulah diduga pelaku mendapatkan waktu untuk melarikan diri dari sergapan aparat. (R11)
Listrik Indonesia

