JAKARTA(RIAUSKY.COM) – Kebakaran hutan dan lahan yang mengakibatkan kabut asap, telah menganggu semua sendi kehidupan masyarakat. Asap akibat kebakaran hutan tengah menyengsarakan masyarakat. Pemerhati lingkungan mencoba mencari akar masalahnya, ternyata bisa sampai ke masalah Pilkada.
Hal ini dikemukakan Direktur Eksekutif Walhi Abet Nego Tarigan dalam diskusi Polemik Sindotrijaya Network, 'Asap dan Sengsara', di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (19/9/2015).
"Jelang Pilkada, izin melonjak," kata Abet, seperti dikutip dari detikcom.
Izin konsesi dan pembukaan lahan menjadi alat 'dagangan' di masa-masa Pilkada. Politik transaksional memperparah kondisi yang juga bisa memicu kebakaran hutan. Ini diketahui Abet dari kalangan pengusaha yang enggan disebut namanya.
"Kira-kira per seribu hektar, mereka keluarkan satu miliar (rupiah)," kata Abet menyebut nilai transaksi itu.
"Itu menggiurkan di tengah demokrasi money politics," tandasnya.(RO3)
WALHI: Izin Konsesi Alat “Dagangan” Masa-masa Pilkada
Redaksi
Sabtu, 19 September 2015 - 12:33:54 WIB
internet
Pilihan Redaksi
IndexUniversitas Abdurrab Launching 'Halala', Body Lotion yang Halal dan Sehat
Tak Terima Nama Dicatut, LLMB Beri PHR Waktu 1 Bulan untuk Beri Penjelasan
Rumah Dinas Bupati Indragiri Hilir Kebanjiran, Ini Penampakannya
Blok Minyak West Kampar di Riau Kini Punya Pengelola Baru
Pengumuman! Pendaftaran Calon Anggota Panwaslu Kelurahan/Desa di Riau Diperpanjang
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Lingkungan
Tim SAR Gabungan Cari Remaja Tenggelam di Sungai Kuantan
Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:45:05 Wib Lingkungan
Pekan Rakyat Lingkungan Hidup, WALHI Serukan Penguatan Keadilan Ekologis
Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:46:27 Wib Lingkungan
Sebanyak 26.000 Kilogram Garam Sudah Disemai di Langit Riau
Jumat, 21 Agustus 2026 - 06:51:38 Wib Lingkungan

