Program Indonesia Bertutur 2023: 17 Koreografer Terpilih Ikuti Temu Seni Tari di Kampar

Program Indonesia Bertutur 2023: 17 Koreografer Terpilih Ikuti Temu Seni Tari di Kampar
Direktur Artistik Program Indonesia Bertutur, Melati Suryodarmo/Foto: Istimewa

KAMPAR (RIAUSKY.COM) - Direktur Artistik Program Indonesia Bertutur, Melati Suryodarmo secara resmi membuka kegiatan Temu Seni Tari yang merupakan rangkaian kegiatan Program Indonesia Bertutur 2023 yang berlangsung di DeKotoz Villa, Kampar, Sabtu malam (17/6/20213).

Kegiatan ini diikuti oleh 19 peserta, dimana 17 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, sementara dua lainnya adalah alumni kegiatan serupa sebelumnya yang diberi tugas sebagai pengamat dan didampingi oleh dua fasilitator yaitu Helly Minarti dan Joned Suryatmoko.

Peserta laboratorium seni tari ini adalah para koreografer muda dari berbagai wilayah di Indonesia, yang diundang untuk membangun percakapan, menguji ide-ide mereka, dan menampilkan satu karya tunggal atau kolaborasi pendek pada akhir laboratorium.

Dalam paparannya, Melati Suryodarmo menjelaskan kalau kegiatan ini diselenggarakan oleh Direktorat Perfilman, Musik & Media, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi yang dalam pelaksanaannya menghadirkan peristiwa-peristiwa kebudayaan dalam berbagai kegiatannya di bidang seni rupa, seni pertunjukan, film, dan seni media digital.

"Khusus pelaksanaan Temu Seni Tari ini tujuannya untuk memantik seniman muda di seluruh tanah air melakukan telisik, keilmuan lokal di sekitar situs cagar budaya yang pada akhirnya bisa menghasilkan karya dari apa yang mereka pelajari," ujarnya.

Terkait pelaksanaannya di Kampar, Riau, Melati Suryodarmo mengaku punya alasan khusus untuk itu, selain memang Kampar punya cagar budaya berupa Candi Muara Takus ada khasanah kebudayaan lainnya, wilayah sumatera menurutnya dipilih untuk pelaksanaan kegiatan seperti ini, khsususnya tari karena jarang sekali ada event seperti ini.

"Biasanya kita ke timur, tapi tahun ini kita ingin dilaksanakan di Sumatera, tepatnya di Kampar, Riau, yang kita tahu juga punya banyak potensi budaya lokal yang cukup dikenal," jelasnya lagi.

Terlepas dari alasan apapun, dan bagaimanapun kondisi Bangkinang sebagai ibukota Kampar, menurutnya Kampar tetap merupakan bagian dari Indonesia yang kita cintai ini.

"Makanya saya mengajak para peserta melalui kegiatan ini, bisa mengenal dan mempelajari segala hal tentang Kampar, tidak hanya Candi Muara Takus, nanti akan ada Rumah Lontiok, ada silat, ada tari lesung, ada budaya bertutur dan lainnya.

Untuk pelaksanaan tahun ini dirinya berharap bisa lebih baik dari pelaksanaan sebelumnya yang dilakukan saat pemberlakukan PPKM di Bali, dengan beberapa evaluasi dia berharap penyelenggaraan di Kampar ini akan bisa lebih maksimal.

Melati Suryodarmo juga menjelaskan kalau untuk tahun ini arahan artistik “Indonesia Bertutur 2024” yaitu: “Mengalami Masa Lalu, Menumbuhkan Masa Depan” dengan mengambil Subak sebagai inspirasi dasar untuk dikembangkan dalam cipta kreatif bangsa Indonesia dalam berbagai bentuk kesenian.

Indonesia Bertutur mengajak para pelaku budaya di seluruh tanah air untuk mengangkat pengetahuan lokal yang berkaitan dengan sumber pangan dan kehidupan agraris di seluruh wilayah tanah air. Harmoni dalam nilai hubungan antar manusia dengan manusia, dengan alam dan Tuhan seperti nilai yang terkandung dalam Tri Hita Karana menjadi pemicu untuk memperhatikan keseimbangan  kehidupan masyarakat, alam dan spiritual dalam kenyataan kehidupan saat ini.

Rangkaian program “Indonesia Bertutur 2024” mengambil fokus pada telisik atas 13 warisan cagar budaya dengan bentangan waktu dari prasejarah hingga zaman Majapahit dan 11 warisan budaya tak benda di Indonesia sebagai sumber inspirasi dalam penciptaan karya-karya seni.

Terakhir, Melati Suryodarmo mengajak masyarakt Kota Pekanbaru khususnya nanti bisa datang pada acara puncaknya yang akan diadakan di Taman Budaya Kota pekanbaru, Kamis malam,  22 Juni 2023.

"Silakan menghadiri presentasi terbuka kami di taman budaya, terbuka untuk umum dan gratis," ajaknya.

Tak lupa dirinya mengapresiasi host lokal pelaksanaan kegiatan ini yaitu Wan Dance Studio, ini menurut dia juga upaya kolaborasi pihak kementerian dengan komunitas lokal agar bisa lebih dekat dan bisa bekersama mensukseskan iven ini. (*)
 

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional