PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau Dr. H. Mahyudin, MA yang juga Wakil Ketua I Panitia Penyelenggaraan ibadah Haji (PPIH) Debarkasi haji Antara Riau menyampaikan terdapat perubahan jadwal kepulangan jemaah haji Provinsi Riau Gelombang Kedua.
Jemaah haji Kloter BTH – 33 dimajukan kepulangannya menjadi 1 Agustus 2023 berdasarkan surat dari Garuda Indonesia Nomor : Garuda/JKTNHO/20091/2023 tanggal 19 Juli 2023 perihal pemberitahuan update jadwal penerbangan Jemaah haji regular tahun 1444 H/2023 M.
“Benar, terdapat perubahan jadwal kepulangan Jemaah haji Debarkasi Haji Antara Riau khususnya Kloter BTH – 33. Semula dijadwalkan kembali pada tanggal 2 Agustus 2023 pukul 21.10 WAS menjadi tanggal 31 Juli 2023 Pukul 20.40 WAS. Sehingga tiba di Tanah Air semula tanggal 3 Agustus 2023 pukul 10.15 WIB menjadi tanggal 1 Agustus 2023 pukul 09.50 WIb. Dan akan diterbangkan ke Pekanbaru semula pada pukul 16.15 Wib menjadi pukul 15.50 Wib,'' kata dia dikutip dari laman resmi Kemenag riau.
Sementara itu untuk Jemaah haji yang tergabung dalam Kloter BTH – 32 tidak terjadi perubahan.
Sesuai jadwal Jemaah gabungan beberapa kabupaten/ Kota di Riau dan juga dari Provinsi Kepulauan Riau direncanakan akan kembali ke tanah air pada tanggal 2 agustus 2023 pukul 22.10 WAS dan tiba di tanah air pada tanggal 3 Agustus 2023 pukul 13.35 WIB.
Menindaklanjuti terjadinya perubahan jadwal pemulangan ini, Mahyudin menginstruksikan seluruh Panitia PPIH fase pemulangan agar mempersiapkan hal – hal terkait proses pemulangannya.
Mahyudin juga berpesan kepada Jemaah nanti setibanya di bandara ketika akan kembali ke Tanah Air, jemaah akan menerima kembali paspornya sebagai kelengkapan proses kepulangan.
Oleh Karena itu diingatkan agar jemaah haji dapat menyimpan paspor tersebut dengan baik agar tidak hilang.
“saya juga mengingatkan kepada Jemaah haji nantinya akan kembali ke tanah air, Setibanya di bandara Amir Muhammad Bin Abdul Aziz akan menerima paspor sebagai persyaratan untuk kembali ke tanah air, saya minta Jemaah untuk dapat menyimpan paspor tersebut dengan baik agar tidak hilang. Sebab, paspor tersebut menjadi dokumen kepulangan yang sangat penting.
Di bandara kalau dapat jangan lagi ada pembongkaran bawaan di tas dokumen sehingga berakibat hilangnya dokumen yang diperlukan atau jangan menitipkan kepada orang lain, silakan disimpan dengan baik dan rapi,'' jelas dia lagi.
Sementara itu, adanya kebijakan pemerintah menambah jatah air Zamzam sebanyak lima liter lagi. Mahyudin mengatakan bahwa tambahan air Zamzam itu saat ini sedang dalam proses pengiriman.
“Sebagaimana disampaikan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah bahwa tambahan air Zamzam itu saat ini sedang dalam proses pengiriman. Kemenag sudah memproses pembelian zam-zam secara resmi dari e-hajj, yang merupakan hasil komunikasi dengan kementerian haji dan umrah Kerajaan Arab Saudi. Secara teknis, jemaah atau keluarga jemaah bisa mengambilnya di Kemenag Kab/Kota dengan membawa paspor jemaah bersangkutan. Waktunya menunggu informasi dari Kanwil,'' tutupnya.(R02)
Listrik Indonesia

