KAMPAR (RIAUSKY.COM)- Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Lancang Kuning (PKM FIA – Unilak) mengadakan kegiatan Peningkatan Literasi Digital dalam Menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 di Desa Kampung Patin - Desa Koto Masjid XIII Koto Kampar, Jumat (25/8/2023) di Kabupaten Kampar.
Bertempat di aula Galeri Badan Usaha milik Desa Kampung Patin, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang berbentuk pelatihan ini dimulai pada pukul 10:00 Wib dengan dimulai dengan perkenalan anggota tim PKM FIA-Unilak dengan masyarakat setempat yang akan mengikuti kegiatan tersebut.
Tim yang terdiri dari Dr. Dian Rianita, MA sebagai ketua rombongan dan Alexsander Yandra, S.IP. M.Si serta Khuriyatul Husna, MPA sebagai anggota sekaligus sebagai narasumber sudah tiba di lokasi lebih awal sebelum acara dimulai langsung disambut oleh Chandra Budi, SE.MM, selaku ketua ASIDEWI(Asosiasi Desa Wisata Indonesia )Kampung Patin didamping oleh beberapa orang pemuda setempat.
Kegiatan pelatihan terkait kecakapan digital di Desa Kampung Patin ini dimulai dengan pidato singkat langsung oleh Ketua Tim yang menyampaikan tujuan dari kegiatan pelatihan ini.
Dian Rianita menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ketua ASIDEWI yang telah membantu menfasilitasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh dosen FIA – Unilak, sehingga pelaksanaan kegiatan pelatihan ini berjalan sesuai yang direncanakan.
Disamping itu penghargaan juga disampaikan kepada para peserta yang bersedia hadir dan diharapkan dapat mengikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya mengingat sebagian besar peserta adalah generasi milenial dan peserta pemilu pemula yang dipastikan akan menghadapi pengalaman baru dalam keikutsertaan mereka pada pesta demokrasi 2024.
Selanjutnya, Khuriyatul Husna, MAP selaku pembicara pertama memaparkan materi terkait Literasi Digital yang sangat penting dimiliki oleh para peserta.
Hal ini disebabkan karena semakin tingginya pengguna internet dan semakin seringnya mereka menjelajah dunia virtual, maka mereka semakin rentan dimanipulasi oleh isi dari media digital.
Oleh karena itu, diperlukan kecakapan digital dalam mengakses informasi yang ada di dalamnya.
Dalam penyampaiannya, narasumber ini mengingatkan bahwa sikap hati-hati sangat diperlukan dalam menyaring konten negatif yang mudah sekali diakses dewasa ini.
Berdasarkan UU ITE No 11 tahun 2008 dan UU Nomor 19 Tahun 2016 (UU ITE), pemerintah menegaskan bahwa yang dimaksud dengan konten negative adalah “informasi dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan, perjudian, penghinaan atau pencemaran nama baik, pemerasan dan/atau pengancaman, penyebaran berita bohong dan menyesatkan sehingga mengakibatkan kerugian pengguna”.
Sebagai contoh, Khuriyatu Husna menyebutkan yang sering muncul dalam suasana pemilu, adalah hoax.
Oleh karena itu diharapkan pentingnya literasi digital, terutama sikap etika digital, dalam merespon berita-berita yang tidak jelas kebenarannya, terutama terkait calon-calon yang akan dipilih nanti.
Sebagai pembicara kedua, Alexsander Yandra, S.IP.M.Si yang juga Dekan Fakultas Ilmu Administrasi FIA-Unilak, turut menyampaikan bahwa sebagai peserta pemula, para peserta pelatihan diharapkan dapat bijak dalam menyikapi hiruk pikuk pesta demokrasi 2024 nanti, baik secara offline maupun online.
Mereka harus ‘melek’ situasi dan tidak terjebak didalam suasana politik berkepanjangan.
Lebih lanjut, Dekan FIA-Unilak ini memberikan pemahaman kepada peserta bahwa sebagai bagian dari entitas politik, mereka juga diharapkan dalam pemilu dan memberikan dampak ke depannya dengan menggunakan hak pilih dengan cerdas.
Sebagai rangkaian kegiatan, para peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi atau mengajukan pertanyaan oleh Ketua Tim, Dian Rianita, yang sekaligus merangkap sebagai moderator.
Ketika salah seorang peserta, M. Rifaldi Abdi Maulana mengajukan pertanyaan terkait cara beretika dalam menggunakan sosial media, kedua narasumber sepakat bahwa cerdas berdigital sangat penting, terutama dalam menerima berita yang belum jelas kebenarannya.
Selain itu, Alexsander Yandra, menambahkan peserta dapat melakukan fungsi kontrol mandiri dengan menjaga sikap dalam pergaulan, terutama saat di dunia virtual.
Lebih tepatnya, Khuriyatul Husna turut menambahkan bahwa sebagai pengguna internet cerdas, para peserta dianjurkan agar dapat sharing dengan saring.
Sebagai penutup, Dr. Dian Rianita, MA mengingatkan kembali bahwa pergaulan yang baik menentukan bagaimana seseorang bersikap.
Dalam era digitalisasi dewasa ini, sikap yang baik tidak hanya dapat dilihat dalam kehidupan sehari-hari saja, tetap juga dari status isi setiap tulisan yang ada dalam akun digital para peserta.
Kemudian, selaku ketua Tim PKM FIA-Unilak, Dian Rianita juga berharap kegiatan pelatihan terkait kecakapan berdigital dengan tema “Peningkatan Literasi Digital dalam Menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 di Desa Kampung Patin - Desa Koto Masjid XIII Koto Kampar, Jumat (25/8/2023) di Kabupaten Kampar” dapat memberikan manfaat bagi semua pihak, terutama peserta pelatihan yang akan mengikuti pemilu untuk pertama kali.(r)
Listrik Indonesia

