Pengendalian Inflasi dan Pastikan Ketersediaan Ber

Kepala DKP Pekanbaru Roadshow Koordinasi ke Dinas TPH Provinsi Riau dan Bulog Riau Kepri

Kepala DKP Pekanbaru Roadshow Koordinasi ke Dinas TPH Provinsi Riau dan Bulog Riau Kepri
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru Maisisco berkoordinasi ke kantor Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Riau, Selasa (28/11/2023).

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Pekanbaru Maisisco S.Sos, MSi melakukan koordinasi ke Kantor Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (DTPH) Provinsi Riau, Selasa (28/11/2023).

Koordinasi ini dilakukan dalam upaya mensinergikan langkah dan program antara DKP Pekanbaru bersama Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Riau khususnya untuk tahun 2024.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala DKP Pekanbaru Maisisco juga melakukan koordinasi terkait penyusunan program pada E-Proposal Bapanas, dimana DTPH Provinsi Riau sebagai  koodinasi untuk  program E Proposal Bapanas.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala DKP Pekanbaru Maisisco yang juga didampingi Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan Dinal Husna disambut Sekretaris DTPH Provinsi Riau  beserta sejumlah Kepala Bidang.

Kepala DKP Pekanbaru, Maisisco selepas pertemuan mengungkapkan, koordinasi ini dalam upaya melakukan sinergi untuk pelaksanaan program mendukung ketahanan pangan, khususnya di Kota Pekanbaru.

Pada kesempatan tersebut, jajaran DTPH Provinsi Riau memuji DKP Pekanbaru yang dinilai sangat serius dalam upaya penyusunan program berkaitan dengan penanggulangan inflasi.

''Ya, kita dipuji, karena, untuk koordinasi ini, langsung kepala dinas hadir ke DTPH. Karena daerah lain itu tidak ada yng seperti kita ini. Tapi ini memang menandakan kita serius untuk bisa mengambil langkah-langkah penanggulangan inflasi, mendukung ketahanan pangan dan salah satunya dengan mematangkan penyusunan E Proposal ini,'' jelas Maisisco.

DTPH Provinsi Riau juga, sebut Maisisco,  memuji keseriusan yang selama ini dilakukan DKP Pekanbaru dengan secara rutin melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam upaya penanggulangan inflasi daerah.

Dia juga menjelaskan, sebagaimana diketahui, Pekanbaru merupakan salah satu daerah di Riau yang menjadi salah satu penyumbang inflasi terbesar di Provinsi Riau, bersama Kota Dumai dan Tembilahan.

''Terkait itu, kita membutuhkan langkah-langkah bersama untuk bisa memastikan inflasi tersebut terkendali,''sambung  Maisisco.

Mengingat Pekanbaru bukanlah sebagai daerah penghasil terhadap sejumlah komoditas pangan, maka diperlukan koordinasi dan sinergi sehingga, langkah-langkah memastikan ketersediaan pangan dan penanggulangan inflasi bisa berjalan dengan baik, khususnya menjelang Natal dan Tahun Baru, juga penyusunan program untuk tahun 2024.

''Khususnya untuk tahun 2024 ini, kita berharap dukungan lebih dari pemerintah Provinsi Riau, bagaimana supaya kerawanan dan kerentanan pangan maupun inflasi bisa terus ditekan. Kita berharap dukungan Dinas Pangan dan Holtikultura Provinsi Riau dalam bentuk program juga bisa diberikan prioritas lebih ke Kota Pekanbaru,'' harap Maisisco.

''Alhamdulillah, tadi respon yang diberikan baik sekali. Pemprov Riau melalui Dinas Pangan dan Holtikultura dipimpin Pak Sekretaris dan bidang juga menyampaikan kesiapan untuk mendukung program dan sinergi untuk tahun 2024 nanti,'' jelas dia.

''Bahkan, untuk pelaksanaan Gerakan Pangan Murah hingga akhir tahun ini, DTPH Provinsi Riau juga sudah menyampaikan, dari 6 kali GPM yang dilaksanakan, 4 kali di antaranya akan dilaksanakan di Kota Pekanbaru,'' jelas Maisisco yang baru beberapa pekan dilantik sebagai Kepala DKP Pekanbaru.

Tentang bentuk dukungannya, Maisisco menjelaskan, memang masih akan ada pembahasan oleh bidang.

''Tapi intinya, DTPH Provinsi Riau mempunyai komitmen yang sama untuk pelaksanaan GPM ini,'' jelas mantan Pelaksana Tugas Sekretaris DPRD Pekanbaru ini.

Maisisco juga menjelaskan perihal harapan program-program penguatan ketahanan pangan yang dilaksanakan DTPH Provinsi Riau bisa lebih banyak diarahkan ke Kota Pekanbaru mengingat, sejauh ini, 70 persen dari indikator penyebab terjadinya inflasi ada di Kota Pekanbaru.

Selain itu, jumlah populasi penduduk di Provinsi Riau  terkosentrasi di Kota Pekanbaru.

''Dengan kepadatan tersebut, tentunya dibutuhkan langkah-langkah penguatan agar ketahanan pangan tetap bisa tercipta di Pekanbaru. Karena itulah, kami datang hari ini,'' imbuh Maisisco.

Koordinasi Pasokan Beras ke Bulog

Kepala DKP Pekanbaru Maisisco, Selasa (28/11/2023) juga berkoordinasi ke Kantor Bulog Kantor Wilayah Riau Kepri di Jalan Cut Nyak Dhien Pekanbaru.

Kepala DKP Pekanbaru Maisisco menemui Pimwil Bulog Riau Kepri, Maidana Aulia Siregar di kantornya di Jalan Cut Nyak Dhien Pekanbaru, Selasa (28/1/2023).

Kunjungan koordinasi ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan bahan pangan yang berada di bawah koordinasi Bulog, khususnya beras dan gula mencukupi menjelang momen natal dan tahun baru (Nataru).

Dalam kesempatan itu, Maisisco  yang juga didampingi Kabid Distribusi dan Cadangan Pangan, Dinal Husna diterima Pemimpin Wilayah Perum Bulog Riau Kepulauan Riau Maidana Aulia Siregar serta Manager Pelayanan Publik Perum Bulog Wilayah Riau Kepri Valdi Wiranata.

''Dalam penjelasannya, Pimwil Bulog Riau Kepri Maidana menjelaskan, bahwa untuk ketersediaan beras dan gula hingga menjelang Natal dan Tahun Baru di Provinsi Riau dan Pekanbaru khususnya aman dan tercukupi,'' ungkap Maisisco.

''Jadi beliau memastikan ketersediaan mencukupi. Dan kita harapkan pasokannya tetap lancar hingga menjelang akhir tahun nanti,'' jelas dia.

Suasana pertemuan di ruang pimpinan Bulog Riau Kepri.

Maisisco berharap kondisi ini akan terus bertahan hingga awal tahun sehingga tidak ada keluhan masyarakat akan kelangkaan beras maupun gula.

Sejauh ini, Maisisco menjelaskan, untuk Kota Pekanbaru, kondisi ketersediaan bahan kebutuhan pokok masih mencukupi.

''Memang ada beberapa komoditas yang masih tinggi untuk harganya. Namun, secara umum, kondisi kita masih terkendali. Kita harapkan situasi ini masih bisa terus membaik seiring dengan lancarnya arus masuk terhadap komoditas pangan yang diperlukan warga,'' kata dia.

DKP Pekanbaru, jelas Maisisco, selain akan terus memantau, juga akan terus melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk memastikan tidak terjadi stabilitas harga pangan di Kota Pekanbaru.

''Kita akan terus melaksanakan GPM hingga menjelang akhir tahun. Kita harapkan, dengan begitu, selain mampu menjaga stabilitas harga di pasar, juga membantu meningkatkan daya beli masyarakat terhadap komoditas pangan,'' ujarnya.

Menambahkan, Kabid Distribusi dan Cadangan Pangan, Dinal Husna mengungkapkan kalau Bulog juga memastikan akan terus mendukung upaya Pemko Pekanbaru mengendalikan inflasi dengan menyediakan beras SPHP selama berlangsungnya Gerakan Pangan Murah (GPM).

''Tadi Pak Pimwil Bulog menjelaskan kalau secara persediaan dan stok beras dan gula mencukupi sampai menjelang akhir tahun. Bahkan, Bulog juga menyampaikan kecukupan persediaan beras dan gula untuk pelaksanaan GPM. GPM ini kan tidak hanya kita saja melaksanakan, ada juga di kabupaten lain, juga di provinsi. Tapi, untuk di Pekanbaru, Bulog menyampaikan siap mendukung penyediaan beras untuk kebutuhan masyarakat,''ungkap Dina.

Dia juga berharap, dengan situasi yang ada saat ini, stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan di Kota Pekanbaru tetap terjaga hingga akhir tahun.(Advertorial)
 

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional