PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Meskipun masih merupakan tahun pertama penerapan, ternyata program santunan kematian yang dialokasikan Pemko Pekanbaru melalui Dinas Sosial mendapat respon yang luar biasa dari masyarakat.
Setidaknya, hingga memasuki pertengahan Desember 2023, tercatat ada sebanyak 652 orang warga telah menerima manfaat dari program ini.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Sosial Pekanbaru, Dr. H Idrus saat ditemui disela pelaksanaan High Level Meeting dan Capacity Building TPID Kota Pekanbaru di Tenayan, Selasa (12/12/2023).
Dijelaskan Idrus, program Santunan Kematian menjadi salah satu program yang paling banyak dimintakan da disampaikan oleh warga dalam berbagai pertemuan dengan Pj. Wali Kota Pekanbaru.
''Ya, salah satunya dalam kegiatan Bang Uun Menyapa, yang paling banyak disampaikan warga adalah perihal Santunan Kematian ini. Karena manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat,'' kata Idrus.
Meskipun jumlah penerima manfaat dari program ini masih di bawah kuota yang dialokasikan Pemerintah Kota Pekanbaru dalam setahun anggaran, yang berkisar 1.000 orang warga, namun hal tersebut bukan berarti respon masyarakat terhadap program ini rendah.
''Responnya sangat baik, dan warga banyak memberi masukan agar tetap dipertahankan tahun-tahun berikutnya. Hanya saja, memang ada beberapa alasan mengapa jumlah penerima manfaat ini masih jauh lebih rendah dari kuota itu. Pastinya, karena memang proses verifikasi dan validasi relatif ketat. Dan tak semua yang meninggal dunia bisa mendapatkan santunan ini,'' jelas dia.
''Kalau kita hitung jumlah yang meninggal dunia yang dilaporkan, jumlahnya banyak, bisa lebih dari 1.000 orang. Hanya saja, program ini tidak serta merta memberikan santunan kepada mereka yang meninggal, melainkan warga dengan kategori tidak mampu atau miskin,'' kata dia.
''Yang mengajukan itu banyak. Tapi dalam proses verifikasi dan validasi oleh petugas, ternyata tidak memenuhi syarat sebagai penerima yang berhak. Ada juga yang diajukan, tapi karena mereka juga secara berjenjang tahu tidak masuk kategori penerima, akhirnya mereka tidak menanyakan lagi kenapa tak mendapat santunan,'' papar Idrus lebih jauh.
Pada intinya, masyarakat itu tahu, apalagi proses tersebut secara berjenjang dari RT hingga RW juga menyosialisasikan. Dan yang tidak berhak otomatis terseleksi bersamaan dengan proses verifikasi dan validasi data di lapangan.
Disinggung tentang evaluasi yang dilakukan dari pelaksanaan program ini, Idrus menjelaskan sejauh ini semua berjalan sesuai dengan target dan tujuan.
Hanya saja, memang ada masukan supaya insentif petugas pelaksana verifikasi dan validasi ini ditambah, dengan pertimbangan bahwa proses verifikasi dan validasi data itu tak mungkin tuntas dalam sekali proses turun lapangan.
''Minimal itu kan dua kali petugas datang. Sementara kita hanya mengalokasikan untuk sekali proses verival ini. Itu yang menjadi masukan petugas agar dilakukan evaluasi. Idealnya memang biaya untuk verifikasi dan validasi ini dua kali. Tapi sejauh ini, dalam anggaran yang sudah disepakati tahun 2024, alokasinya masih untuk satu kali verival,'' tutup Idrus.
Program Santunan Kematian Kota Pekanbaru adalah bentuk kepedulian pemerintah kota pekanbaru kepada warga miskin untuk meringankan beban pada saat berduka seperti biaya penyelenggaraan jenazah, biaya penguburan atau biaya makan selama masa berduka.
Adapun besar santunan yang diberikan kepada penerima manfaat adalah sebesar Rp 1 juta.(R06)
Listrik Indonesia

