Berdayakan KWT dan Kampung Pangan, DKP Akan Gelar Pekan Pangan Madani di Perkantoran Tenayan

Berdayakan KWT dan Kampung Pangan, DKP Akan Gelar Pekan Pangan Madani di Perkantoran Tenayan
Kepala DKP Pekanbaru H. Maisisco dan Sekretaris, Adi Lesmana dan jajaran foto bersama perwakilan KWT dan kelompok usaha Kampung Pangan selepas rapat koordinasi, Selasa (19/12/2023) petang tadi.

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Dalam upaya memberdayakan Kelompok Wanita Tani(KWT) dan kelompok Kampung Pangan, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Pekanbaru akan melaksanakan Pekan Pangan Madani (PPM).

Kegiatan ini rencananya akan dilaksanakan dalam durasi dua minggu sekali dengan melibatkan pelaku usaha pertanian khususnya KWT dan pelaku usaha yang ada di Kampung Pangan yang selama ini berada dalam pembinaan DKP.

Dalam upaya mengkoordinasikan gelaran PPM ini, Selasa (19/2/2023) siang tadi, DKP menghadirkan puluhan pengurus KWT dan Kampung Pangan, distributor pangan dan sejumlah pihak terkait.

''Jadi konsep PPM ini mugkin sedikit berbeda, dimana kita juga akan mengkombinasikannya dengan kegiatan DKP lainnya, dengan tujuan bisa lebih meramaikan gelaran PPM. Jadi nanti kemungkinan kita akan lakukan juga Gerakan Pangan Murah (GPM), juga penyerahan bibit kepada masyarakat dan pegawai,'' ungkap Kepala Dinas Ketahanan Pangan H.Maisisco saat rapat yang juga dihadiri Sekretaris DKP Adi Lesmana, Kabid Distribusi dan Cadangan Pangan Dinal Husna, Kabid Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan Yarnengsih Alam, juga Kabid Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Ismail.

Kepala DKP H. Maisisco dan Kabid Distribusi dan Cadangan Pangan Dinal Husna foto bersama pelaku usaha Kampung Pangan binaan DKP Pekanbaru.

Maisisco menjelaskan, ada banyak manfaat mengapa  Pasar Pangan Madani ini dilaksanakan, salah satunya adalah membuat para pelaku usaha pangan olahan dan petani wanita bisa menjual dan memperkenalkan langsung kepada pasar yang umumnya nanti adalah pegawai Pemerintah Kota Pekanbaru tentang komoditas pertanian dan pangan olahan yang dihasilkan dan bisa dibeli oleh para pegawai.

''Selama ini PPM ini rutin kita laksanakan setiap akhir pekan di Cut Nyak Dhien, tepatnya saat pelaksanaan Car Free Day. Nah, untuk ke depan, kita akan garap di perkantoran Tenayan Raya,'' jelas Maisisco.

Dengan memperkenalkan usaha pangan olahan dan sayuran ini, kita berharap, para pegawai bisa berinteraksi dengan jual beli dan memudahkan mereka untuk membeli pangan olahan yang dihasilkan UMKM pangan olahan di Kota Pekanbaru.

''Jadi intinya, kita ingin momen PPM ini, selain berjualan, juga bisa mem-branding usaha pangan yang dikelola oleh kelompok kampung pangan yang kita bina. Sehingga ketika dinas perlu, atau pegawai perlu membeli panganan untuk kebutuhan kantor ataupun keluarga, sudah ada pelaku usaha di PPM ini yang bisa diandalkan,'' kata dia.

Dengan itu juga, jelas Maisisco, bagi DKP ini menjadi hal penting, karena, secara tidak langsung bisa memaksimalkan pemanfaatan pangan olahan dari bahan baku lokal sekaligus membuka peluang pemberdayaan ekonomi bagi mereka.

''Begitu juga dengan petani sayur dan buah, juga bisa memperkenalkan sayuran dan buah asli pekanbaru yang sehat dan aman dikonsumsi,'' jelas Maisisco.

''Kita sedang rancang teknis pelaksanaannya, dan kombinasi kegiatan pendukung yang bisa menstimulasi tahap awal dari pelaksanaan PPM ini. Target kita memang pegawai pemerintah kota di Tenayan Raya. Jadi kita akan sosialisasikan kepada seluruh kantor yang ada di Tenayan, termasuk juga masyarakat di sekitar,'' imbuh Maisisco.

Sementara itu, Kabid Distribusi dan Cadangan Pangan Dinal Husna dalam penjelasannya juga mengungkapkan optimismenya untuk pelaksanaan PPM ini.

Untuk itu, Dinal berharap supaya setiap Kampung Pangan yang terlibat nantinya untuk juga bisa menyajikan menu pangan  terbaiknya, sehingga bisa menjadi pemantik minat masyarakat yang umumnya pegawai untuk berbelanja di gelaran PPM.

''Kita harus bisa menyajikan sesuatu yang enak untuk lidah semua orang,  enak dipandang, sehingga bisa menjadi daya tarik bagi mereka yang berbelanja.Karena itulah, sebut Dinal, DKP akan menyeleksi pangan olahan mana saja yang laik untuk dipasarkan di PPM ini, namun konsepnya tetap pangan olahan,'' kata dia.

Dalam rapat koordinasi tersebut, para pelaku usaha kampung Pangan dan KWT tampak bersemangat dan siap untuk ikut ambil bagian pada PPM ini nantinya.

Dalam kesempatan itu, mereka juga memberikan banyak masukan terkait sukses PPM yang rencananya akan mulai dilaksanakan awal tahun 2024 yang akan datang.(**)

 

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional