PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Sebagai langkah pembuka tahun 2024, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Pekanbaru H Maisisco langsung tancap gas melakukan koordinasi dan sinkronisasi juga evaluasi terhadap upaya memastikan ketersediaan pangan di wilayahnya.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan memastikan bahwa geliat usaha pertanian yang dilakukan oleh masyarakat baik melaui Kelompok Tani maupun Kelompok Wanita Tani (KWT) tetap eksis dalam melaksanakan aktivitas dan memastikan ketersediaan bahan pangan di Kota Pekanbaru.
Pada Selasa (2/1/2024) Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Pekanbaru langsung melakukan pemantauan ke dua KWT. Masing-masing adalah KWT Bertuah dan KWT Berkah Berseri di wilayah Purwodadi, Kelurahan Perhentian Marpoyan, Kecamatan Marpoyan Damai.
Pada kesempatan itu, kehadiran Kepala Dinas Pangan yang didampingi seluruh kepala bidang disambut sukacita oleh para pengurus KWT yang ada.
Mereka mengaku senang mendapatkan kunjungan tersebut, sekaligus berharap bisa mendapatkan kembali dukungan dari pemerintah Kota Pekanbaru untuk pengembangan budidaya pertanian.

Kepala DKP Pekanbaru meninjau lahan hidroponik KWT Bertuah.
Kunjungan pertama Kepala Dinas Pangan Pekanbaru H. Maisisco dan jajaran dilakukan ke lokasi budidaya tanaman KWT Berkah Berseri di di Jalan Rajawali III, Perhentian Marpoyan.
Syafrina, Ketua KWT Berkah Berseri sangat senang dengan kehadiran Kepala Dinas Pangan Pekanbaru ke lokasi pertanian yang mereka kelola.
Dijelaskan Syafrina, saat ini, aktivitas petanian yang mereka kelola memang belum bisa berjalan dikarenakan baru sekitar sepekan lalu terkena musibah banjir.
''Kami ini sebenarnya sedang bertanam Pak, tapi dikarenakan hujan lebat beberapa waktu lalu, lokasi pertanian kita terendam banjir selama beberapa hari yang menyebabkan seluruh tanaman yang dikelola mati,'' kata dia.
Dia juga menunjukkan beberapa tanaman cabai dan terung yang rusak karena musibah banjir.
''Seharusnya kami masih bisa panen kangkung, terung, tapi karena banjir, seluruh tanaman kita rusak, hanya ini yang tersisa,'' kata dia menyesali.
Dia pun berharap dalam waktu dekat kondisi cuaca bisa kembali normal, sehingga para kaum ibu yang menjadi anggota KWT ini bisa kembali beraktivitas.
''Sekarang memang kita belum bisa mulai karena kondisinya masih meragukan, karena curah hujan tinggi,'' kata dia.

Tanaman mint salah satu komoditas sayuran yang saat ini banyak dipesan oleh masyarakat.
Maisisco pada kesempatan itu kembali mengajak kaum ibu setempat untuk tetap bersemangat dalam bercocok tanam, apalagi mengingat mereka adalah salah satu KWT yang cukup aktif dalam melaksanakan kegiatan.
''Tetap semangat ya ibu-ibu, mudah-mudahan kita bisa terus bersinergi untuk melakukan penguatan terhadap ketahanan pangan lingkungan dan keluarga khususnya,'' harap Maisisco yang mengaku sudah cukup banyak mendapat informasi tentang kWT yang pernah melaksanakan panen bersama Ketua TP PKK Pekanbaru Raja Rilla Mustafa ini.
Dari KWT Berkah Berseri, Kepala Dinas Pangan Pekanbaru H. Maisisco melanjutkan peninjauan ke KWT Bertuah yang jaraknya hanya berkisar 1 kilometer dari KWT Berkah Berseri.
Di lokasi ini, Maisisco meninjau kegiatan pertanian hidroponik yang dikelola oleh anggota KWT terhadap sejumlah komoditas tanaman sayuran.

Kondisi aktivitas petanian di KWT Berkah Berseri Perhentian Marpoyan.
Maisisco juga sempat berdiskusi dengan pengurus KWT terkait pasokan sayuran juga pasar untuk jenis sayuran hidroponik ini.
Pada kesempatan itu Maisisco juga berdiskusi terkait kendala yang dihadapi dalam pengembangan usaha pertanian hidroponik ini, khususnya terkait dengan kondisi cuaca yang akrab berubah drastis dan tingginya curah hujan.
Maisisco juga mengajak pengurus KWT untuk mengurus perizinan terkait usaha pertanian yang mereka kelola, khususnya untuk jaminan kualitas sayuran agar mudah diterima di pasar.
Di KWT Bertuah ini, Maisisco juga mendapat paparan bahwa komoditas sayuran yang mereka produksi umumnya saat ini sudah masuk dan diterima bukan saja di pasar tradisional, namun juga di pasar-pasar modern dan swalayan.
Beberapa komoditas sayuran yang saat ini sudah dipasarkan di antaranya adalah selada, pak choi, seledri, daun mint dan beberapa komoditas lainnya.
Petani juga mengaku saat ini, dari hasil pertanian yang dikelola sudah bisa memberikan keuntungan kepada pengelola. Karena harga komoditas pangan yang disediakan juga cukup baik di pasar.
Untuk sayuran seperti selada itu dijual di pasar Rp8.000 per kemasan, begitu juga dengan Pak Choi.
''Alhamdulillah, yang kami lakukan sudah mendapat tempat di pasar. Namun begitu kami tetap berharap masukan dan dukungan dari pemerintah dalam hal ini Dinas Tanaman Pangan untuk bisa terus mengembangkan usaha petanian ini,'' jelas pengelola KWT ibu Soima.
Dijelaskan Kepala DKP, Maisisco, kunjungan ini untuk melihat dan menyemangati para petani untuk tetap eksis dalam mengelola lahan pertanian yang mereka kelola, khususnya di sekitar pekarangan.
Dijelaskan dia, upaya dari kaum ibu ini, akan sangat membantu sekali langkah-langkah dari pemerintah guna menekan laju inflasi, khususnya terhadap sejumlah komoditas pangan yang cenderung fluktuatif.
''Jujur saja, aktivitas kaum ibu melalui KWT ini sangat berperan beras untuk membantu menekan laju inflasi. Salah satu melalui harga sayuran, cabai dan komoditas pangan lokal lainnya. kita harapkan geliat ini akan terus bisa berkembang ke depannya,'' ungkap Maisisco.(*)
Listrik Indonesia

