UMKM di Kulim Curhat Kalah Branding ke Muflihun, Keripik Ubi dari Pekanbaru Diboyong Pengusaha Sumbar

UMKM di  Kulim Curhat Kalah Branding ke Muflihun,  Keripik Ubi dari Pekanbaru Diboyong Pengusaha Sumbar
Pelaku UMKM secara simbolis menyerahkan keripik ubi dan pisang kepada Pj.Wali Kota Pekanbaru.

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Momen silaturahmi dan kunjungan kerja Penjabat Wali Kota Pekanbaru Muflihun ke Kecamatan Kulim dimanfaatkan warga dan pelaku Usaha Kecil Menengah Mikro (UMKM) untuk menyampaikan aspirasinya.

Salah seorang ibu pelaku usaha mengaku sedih demi mengetahui kalau keripik ubi yang notabenenya komoditas usahanya banyak terdapat di Kecamatan Kulim ternyata dijual curah ke Sumatera Barat.

''Jadi sekadar informasi Pak Wali, kemarin kami diberangkatkan Disperindag Pekanbaru, kami diberangkatkan ke Sumbar. Ternyata di SUmbar itu, barang kita dijual curah. Kita beli di sini Rp20.000, tapi mereka jual di sana, Rp40.000 (per kilogram,red),''kata ibu tersebut.

Apa yang menjadi permasalahan? jelas sang ibu, kalau kondisi komoditas yang berasal di Pekanbaru ini kalah branding dibandingkan dengan penjualan komoditas sejenis di Sumatera Barat.

''Jadi ternyata kita kalah branding Pak, branding kita nggak ada. Kami dibawa ke Sanjai Mintuo itu, mereka membranding dengan kemasan di sana, sementara kita di sini kalah di branding. Alangkah indahnya kalau produk UMKM petani di Pekanbaru ini juga bisa seperti itu,'' curhat dia lagi.

''Bagi kita mungkin kalau bicara itu mungkin terlalu luas. Kami tak minta dikasihani, karena kami ini petani tangguh, kuat, yang kami minta adalah, apa upaya yang bisa dilakukan Pemko Pekanbaru untuk mendukung usaha kami, '' tantang dia.

Dia pun mengajak Pj. Wali Kota Muflihun untuk melakukan Memorandum of Understanding (MoU) bisnis, dimana Pemko melalui dinas-dinas dan OPD yang ada ikut berbelanja kebutuhan untuk oleh-oleh atau pangan kantoran kepada pelaku UMKM dan petani yang ada di Kulim ini.

''Ini kan mau lebaran, bulan 3 (maret) puasa Pak, bulan 4 (April) lebaran. Kita mau di meja Pak Wali dan jajarannya, kepala OPD ini, ada keripik ubi. Kami tidak minta diberi THR Pak, tapi kami minta Pemko beli Produk kami. Untuk apa Pemko beli ke gerai oleh-oleh, langsung saja kepada kami Pak,'' tantang dia.

Dia menjelaskan kepada Muflihun tentang efek domino dari pengembangan UMKM dengan pola kerja sama dengan pemerintah kota tersebut. Bila ada 100 orang saja yang berbelanja, artinya, ada ratusan orang pula di kalangan UMKM ini yang bekerja, artinya, sudah tercipta lapangan kerja.

''Dari tukang cabut ubi, tukang kupas, tukang gorengnya, tukang kukus, semuanya berdaya, dan itu memberdayakan kaum ibu yang mayoritas bekerja sebagai pelaku UMKM di sini,'' kata dia.

Mendapati masukan tersebut, Muflihun mengaku sangat tergugah.

Salah satu upaya yang dilakukan, dijelaskan Muflihun adalah dengan membuka gerai UMKM di Kota Pekanbaru.

''Sekarang sedang proses pengerjaan. Insya Allah, pada kisaran bulan Mei tahun ini, kita berencana akan meresmikan gerai UMKM ini. Jadi kami harapkan produk dari UMKM yang ada di sini bisa dititipkan di gerai yang terletak di Jalan Arifin Ahmad ini,'' jelas Muflihun.

''Nanti kita akan bantu bagaimana mempromosikannya, termasuk dengan mengarahkan bus-bus travel untuk masuk dan berbelanja di gerai ini,'' kata dia.

Adapun gerai UMKM yang dimaksud oleh Muflihun sendiri adalah eks rumah dinas Wakil Wali Kota Pekanbaru yang juga pernah menjadi eks kantor KPU Pekanbaru di Jalan Arifin Ahmad yang saat ini dalam proses rehab.(R02)

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional