Jaga dan Selamatkan Khazanah Arsip, Dispusip Secara Berkala Lakukan Fumigasi

Jaga dan Selamatkan Khazanah Arsip, Dispusip Secara Berkala  Lakukan Fumigasi
Proses fumigasi dilakukan tim ahli untuk memastikan kondisi arsip tetap terjaga dari gangguan hama perusak.

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Sebagai negara dengan iklim topis, Indonesia memiliki suhu dan tingkat kelembaban udara yang tinggi.

Situasi ini mempengaruhi terhadap perkembangan serangga maupun hama perusak arsip. Apalagi mengingat banyak arsip yang tersimpan berbahan organik seperti terbuat dari kertas yang notabenenya adalah makanan bagi beberapa jenis serangga perusak.

Guna memastikan seluruh arsip yang dimiliki dan disimpan tetap terjaga dengan baik, aman dari gangguan hama dan serangga perusak, upaya pelestarian dan pencegahan terhadap kerusakan fisik arsip penting untuk dilakukan.

Mematuhi standar keamanan dan kesehatan, saat proses fumigasi ini, Dispusip Pekanbaru menutup sementara kegiatan pelayanan./ Foto: Dispusip Pekanbaru

Secara teknis, upaya pelestarian dan pencegahan terhadap kerusakan tersebut oleh lembaga perpustakaan dan kearsipan dilakukan melalui dua cara, yakni preservasi dan tindakan kuratif.

Tindakan preventif merupakan upaya pemeliharaan untuk mencegah masuknya hama perusak arsip ke dalam depot penyimpanan, salah satunya dengan Metode Pengendalian Hama Terpadu (PHT).

Proses fumigasi dilakukan di seluruh ruangan arsip untuk memastikan terbebas dari hama dan serangga./ Dispusip Pekanbaru

Sementara tindakan kuratif adalah tindakan yang  dilakukan untuk membunuh hama perusak arsip secara cepat, yaitu dengan cara melaksanakan fumigasi.

Fumigasi sendiri adalah metode pengendalian hama yang dilakukan dengan cara pengasapan pestisida dalam bentuk gas.

Tindakan fumigasi arsip dapat membunuh hama perusak arsip dengan cepat dan mematikan hama dengan jumlah yang banyak.

Seluruh titik yang potensial bersarangnya hama ikut dilakukan fumigasi./ Foto: Dispusip Pekanbaru

Upaya ini dilakukan terus setiap tahunnya oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Pekanbaru guna mencegah agar kerusakan fisik arsip secara berkelanjutan dapat dihindari, mematikan faktor-faktor perusak biologis dan mensterilkan arsip agar tidak berbau yang mengganggu serta menyegarkan udara agar tidak menimbulkan penyakit bagi manusia, terutama petugas kearsipan itu sendiri.

Proses fumigasi dilakukan oleh tenaga ahli dengan memperhatikan prosedur fumigasi.

Sebelum pelaksanaan petugas akan memeriksa dengan teliti segel-segel atau karet pintu ruangan, memastikan ventilasi ruangan sudah ditutup dengan rapat dan menutup barang-barang berbahan dasar logam (emas, besi, tembaga dan lainnya) menggunakan plastik untuk mencegah bahan kimia atau obat fumigasi tidak menyebar.

Proses fumigasi dilakukan pada semua area, termasuk record center, depot arsip dan galeri arsip.

Berbeda dengan disinfektan, fumigasi lebih bertujuan untuk membasmi mikroorganisme serta hama. arena itulah, ketika melakukan proses fumigasi ini, lazimnya, Dispusip Kota Pekanbaru menutup layanan sementara.

Semua upaya ini merupakan langkah pelestarian khasanah arsip agar kedepannya tetap dapat dimanfaatkan hingga ke generasi yang akan datang.

Menjaga arsip sama artinya dengan menjaga memori kolektif bangsa yang tak ternilai harganya. Keberadaan fisik dan informasi arsip statis harus selalu dirawat dan dilestarikan. Untuk itu #AyoJagaArsip.(Advertorial)

 

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional