DKP Lakukan Survei Kesiapan Lahan dan kelompok Laksanakan Program Pemberdayaan KWT Tahun 2024

DKP Lakukan Survei Kesiapan Lahan dan kelompok Laksanakan Program Pemberdayaan  KWT Tahun 2024
Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan DKP Pekanbaru Ismail meninjau geliat menanam cabai salah satu KWT di Jalan Paus, Marpoyan Damai, Pekanbaru, Kamis (01/02/2024)

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Jajaran Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Pekanbaru melalui Bidang kembali melakukan survei Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) sejumlah kelompok Wanita Tani (KWT) dalam rangka pelaksanaan pemberdayaan masyarakat dalam upaya pengentasan daerah rentan rawan pangan Kota Pekanbaru tahun 2024.

Pelaksanaan CPCL dilaksanakan di tiga lokasi di dua kecamatan di Kota Pekanbaru, masing-masing di Kecamatan Tenayan Raya dan Kecamatan Marpoyan Damai, Kamis (01/02/2024).

Kegiatan CPCL dipimpin Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan DKP Pekanbaru Ismail didampingi Analis Ketahanan Pangan Susi Indri juga Ermansyah, dan sejumlah jajaran.

Adapun tiga KWT yang menjadi lokasi CPCL masing-masing adalah Kelompok Usaha Wanita Tangguh di Kelurahan Bambu Kuning Kecamatan Tenayan Raya, KWT Srikandi Kartini di Jalan Rambutan Kelurahan Tangkerang Tengah, Marpoyan Damai serta KWT di Jalan Paus, Tangkerang Tengah, Kecamatan Marpoyan Damai.

Dalam CPCL ini, ternyata kunjungan dari jajaran DKP Pekanbaru mendapat antusias yang sangat luar biasa dari para kaum ibu yan tergabung di masing-masing kelompok.

Mereka mengaku sangat antusias demi mengetahui kalau tahun ini Pemko Pekanbaru melalui Dinas Ketahanan Pangan kembali mengalokasikan anggaran untuk pelaksanaan pemberdayaan kelompok wanita tani.

''Kami sangat senang sekali dengan kehadiran Pak Ismail dan jajaran DKP ke KWT kami ini, dan kami berharap bisa menjadi bagian dari pelaksanaan program ini ke depannya,'' sebut Elfi, ketua KWT Srikandi Kartini disela acara peninjauan calon lokasi.

Kegiatan CPCL dipimpin Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan DKP Pekanbaru Ismail didampingi Analis Ketahanan Pangan Susi Indri juga Ermansyah, dan sejumlah jajaran di Jalan Paus Pekanbaru.

Dijelaskan dia, antusiasme kaum ibu di KWT yang mereka kelola ini sangat tinggi. Meski terhukum dengan kondisi ketersediaan lahan yang terbatas, namun, semangat kaum ibu ini untuk bercocok tanam, membudidayakan tanaman pangan di sekitar pekarangan sangat tinggi.

Hal tersebut salah satunya saat ini, mereka kuatkan dengan melakukan budidaya tanaman cabai.

''Alhamdulillah, kami sudah menanam cabai dan saat ini dalam proses budidaya. Kami berharap dengan program ini nantinya, kami bisa mendapatkan dukungan dalam bentuk teknis budidaya, pertanian, termasuk pengembangan potensi lahan dari jenis-jenis bantuan yang disediakan pemerintah. Kalau bisa kami mendapatkan program ini tahun ini Pak,'' ujar mereka antusias.

Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan DKP Pekanbaru Ismail dalam penjelasannya di hadapan puluhan kaum ibu anggota KWT di tiga lokasi kelompok yan dikunjungi mengungkapkan kalau CPCL yang dilaksanakan ini adalah sebagai bentuk dari keseriusan Pemerintah Kota Pekanbaru melalui DKP Pekanbaru dalam upaya membangkitkan semangat KWT yang ada.

Pelaksanaan survei kelompok dan lahan di KWT Srikandi Kartini di Jalan Rambutan Kelurahan Tangkerang Tengah.

CPCL ini juga sekaligus dilaksanakan sebagai sarana pemantauan pengecekan terhadap kesiapan kelompok tani, kesiapan lahan yang akan digunakan untuk bertanam bibit sayuran dan buah serta memastikan sejauh mana komitmen yang bisa ditunjukkan oleh tiap-tiap KWT untuk melaksanakan program yang akan dilaksanakan.

''Kami ingin program ini berkelanjutan. Bahkan, kami mencari KWT yang selama ini tumbuh mandiri, karena itu bisa menjadi tolok ukur keseriusan dan motivasi KWT untuk mengelola lahan yang akan mereka garap. Biasanya, KWT yang tumbuh mandiri punya daya saing yang tinggi untuk tetap produktif dan berpikir jangka panjang untuk lahan pertanian yang mereka kelola,'' kata Ismail.

''Kami tidak menginginkan KWT yang nantinya mendapatkan bantuan program menjadi KWT yang hanya ada ketika mendapatkan bantuan, namun selanjutnya tidak punya konsep dalam mengembangkan aktivitas KWT nya sehingga bisa menjadi unit pertanian yang bisa memberdayakan anggotanya yang terdiri dari kaum ibu juga mampu mengkapitalisasi kemajuan lahan pertaniannya dari waktu ke waktu, dan mampu mendukung penguatan ketahanan pangan dan mengurangi tingkat kerentanan kerawanan pangan di sekitar keberadaannya,'' kata dia.

Pelaksanaan survei lahan dan kelompok Usaha Wanita Tangguh di Kelurahan Bambu Kuning Kecamatan Tenayan Raya

Karena itulah, sebut Ismail, pihaknya melakukan CPCL bukan berarti mereka yang sudah dikunjungi ini otomatis mendapatkan bantuan.

''Kami mengecek dahulu, memastikan calon petaninya ada, lahannya ada. Nanti dari proposal yang masuk akan kami pelajari dan seleksi  sehingga bisa dipilih mana-mana saja KWT yang dianggap layak menerima program ini. Jadi kami benar-benar akan sangat selektif dalam menilai kesiapan,'' jelas Ismail.

Ismail juga menjelaskan, untuk tahun 2024 ini, bantuan program yang disediakan ada cukup banyak, mulai dari jenis sayuran seperti bayam, kangkung, selada, lobak, cabai, jagung manis, ayam, cangkul, mulsa, gerobak sorong, pupuk juga masih ada beberapa lain yang akan diserahkan kepada kelompok penerima.

''Jadi mulai dari administrasinya, kesiapan anggotanya, juga lahannya akan kami nilai sebelum kegiatan ini dilaksanakan,'' jelas Ismail lagi.

Dia juga menjelaskan, para anggota KWT ini nantinya akan diberikan pelatihan terlebih dahulu  sebelum kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bibit dan saprodi pendukungnya.

Turut mendampingi pelaksanaan CPCL ini para penyuluh pertanian yang nantinya akan memberikan penyuluhan kepada para KWT di tiap-tiap kecamatan yang dikunjungi.(galeri foto)

 

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional