Melirik Geliat Pertanian KWT Eka Sari Tangguh: Pohon Cabai Rawitnya Seperti Buah Semua...

Melirik Geliat Pertanian KWT Eka Sari Tangguh: Pohon Cabai Rawitnya  Seperti Buah Semua...
Rossie dan sejumlah anggota KWT Eka Sari Tangguh Labuh Baru Timur foto bersama di lokasi paperan produksi pertanian Kota Pekanbaru beberapa wktu lalu.

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Sejumlah tanaman sayuran dan buah yang dipajangkan yang dipajang oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Eka Sari Tangguh di lokasi Gerakan Menanam Cabai di Jalan Naga Sakti Pekanbaru mencuri perhatian banyak pengunjung yang hadir pada kegiatan tersebut.

Tanaman cabai rawit, terung, seledri dan tomat yang mereka displai atau pajangkan sebagai salah satu peserta pameran di gelaran tersebut terlihat sangat sehat dan berkarakter.

Batang pohon cabai yang sehat, buah yang sangat-sangat lebat serta sangat terkesan terawat.

Itulah gambaran dari contoh tanaman yang mereka tampilkan di pameran tersebut.

Baik pohon cabai dan terung itu bukan sekadar untuk dipamerkan, namun juga di jual bagi yang berminat. Harga per batangnya pun ternyata tidaklah murah. Karena dijual seharga Rp150.000 per batangnya. Apakah kau berminat?

Bila biasanya tanaman contoh ini adalah yang terbaik, ternyata bagi anggota KWT Eka Sari Tangguh, ini hanya contoh dari ribuan batang tanaman buah dan sayuran yang mereka tanam dari bibit yang semenjak bulan September 2023 lalu mereka semai.

''Memang seperti ini semua Pak, kalau mau melihatnya, kami persilakan ke lahan demplot kami di Labuh Baru Timur,'' ungkap Rosidah, ketua KWT Eka Sari Tangguh saat ditemui di sela pameran.

Dia pun menjelaskan, bahwa tanaman apa yang mereka pamerkan merupakan contoh dan hanya sebagian kecil dari apa yang mereka kelola.

Karena, di lokasi demplot yang dikelola, ada lebih banyak lagi jenis tanaman yang dibudidayakan.

''Kalau di lokasi kita, ada berbagai macam sayuran dan buah. Semuanya sudah siap panen dan dipelihara dengan baik,'' ungkap dia.

Meski punya hasil pertanian yang relatif baik, namun anggota KWT Eka Sari Tangguh sedianya bukanlah para ibu tani. Kebanyakan mereka adalah ibu-ibu perkotaan yang aktivitas kesehariannya bukanlah sebagai petani. 

Pohon cabai rawit PWT Eka Sari Tangguh  banyak mencuri atensi warga, termasuk PJ Wali Kota Pekanbaru  beberapa waktu lalu.

Namun begitu, mereka punya keinginan yang kuat untuk bisa menghasilkan komoditas pertanian yang bisa membanggakan bagi seluruh anggotanya.

Meskipun usia dari KWT ini masih relatif muda, karena baru berdiri pada tahun 2022 lalu, namun hasil pertanian yang mereka kelola tak kalah hebat dibandingkan pertanian profesional.

Itu, dijelaskan Rosidah, atau yang akrab disapa Rossi ini tidak lepas dari komitmen bersama untuk bisa memberikan yang terbaik dan dukungan dari penyuluh pertanian yang secara rutin melakukan pembinaan terhadap mereka.

''Kami didampingi Pak Mahoni, jadi setiap ada masalah, kami berkonsultasi, dan memang banyak yang bilang, hasil pertanian kami ini  bagus, Ya Alhamdulillah,'' ungkap Rossi.

Dia menjelaskan, memang peran penyuluh berperan besar dalam memberikan bimbingan dan sharing pengetahuan terkait bercocok tanam bagi 20 orang kaum ibu yang menjadi anggota dari KWT ini.

Begitu juga penyuluh berperan untuk memberikan motivasi agar anggota bisa berpikir jauh ke depan untuk hasil pertanian yang ingin dicapai.

''Kalau sekarang, Alhamdulillah, untuk tugas-tugas mulai dari pembibitan, pemeliharaan, pemupukan, semua sudah berjalan baik, dan secara rutin setiap hari ada petugas yang bertanggung jawab,'' kata dia.

Kerja keras yang mereka lakukan saat ini pun diakui Rosi sudah mulai membuahkan hasil.

Karena, saat ini, bukan sekadar menjadi lahan untuk budidaya pertanian dan emngisi waktu, lahan yang mereka kelola juga kini telah menghasilkan dan hasil itu sudah bisa dinikmati anggota.

''Sekarang ini, kami sudah mulai bisa menghasilkan. Cabai, terung, bayam, kangkung, tomat, sudah panen, dan hasilnya juga cukup menggembirakan,'' jelas dia.

Misalkan saja, kata dia kepada riauskycom, untuk cabai rawit, per batang saja, sekali panen bisa menghasilkan 1/2 kilogram.

Itu belum lagi sayuran, yang hasilnya bisa dinikmati warga di sekitar lokasi lahan KWT.

''Dari pertanian yang kita garap semenjak september kemarin saja, kita sudah bisa menabung. Sudah punya uang tabungan bersama kami. Uang itu yang kami gunakan untuk kegiatan, termasuk untuk pemeliharaan rutin. Karna sudah ada hasilnya, tentu saja itu memotivasi kita,'' ungkapnya sembari membisikkan jumlah uang yang telah kelompok ini kumpulkan dalam hitungan 5 bulan bertani.

Karena ada hasil yang mulai bisa dirasakan, dan dimanfaatkan, maka saat ini, geliat wanita bertani yang dilaksanakan oleh 20 orang anggota KWT ini pun semakin menjadi-jadi.

''Kalau sekarang, kita semakin semangat, seminggu hanya sehari kita libur, selebihnya, setiap hari sudah ada pembagian kerja untuk pemeliharaan, perawatan tanaman termasuk juga penyemprotan.

Keberhasilan dari aktivitas KWT biasanya tak lepas dari peran petugas penyuluh.

Salah satu orang yang berkontribusi besar untuk membesarkan KWT Eka Sari Tangguh ini adalah pria bernama Mahoni.

Dia adalah penyuluh pertanian untuk warga di Payung Sekaki.

Mahoni pun menjelaskan bagaimana awalnya dahulu, para anggota KWT Eka Sari Tangguh ini berdiri.

''Ya, hampir sama, semuanya kita di sini kan memang tidak banyak yang hidup sebagai petani. Jadi, tugas awal sebagai penyuluh adalah meyakinkan masyarakat petani untuk yakin dengan apa yang mereka kelola,'' jelas dia.

Meski awalnya sulit, namun, per lahan, saat ini, geliat bercocok tanam kaum ibu di kelompok ini pun berhasil bangkit dengan komoditas petanian yang saat ini hasilnya sudah bisa mereka nikmti secara bersama-sama.

''Memang perlu waktu untuk bisa menjadi, tapi Alhamdulillah, saat ini  mereka sudah bisa menikmati,'' ungkap Mahoni yang juga menjadi penerima penghargaan dari Pj. Wali Kota Pekanbaru sebagai salah satu penyuluh pertanian terbaik tahun 2023 ini.(R04)

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional