PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Perpustakaan Tenas Effendy Kota Pekanbaru kembali menerima hibah buku dari seorang penulis sekaligus Kepala Sekolah SMA Cendana Pekanbaru Bambang Kariyawan Ys, M.Pd pada Sabtu (17/2/2024).
Hibah yang diberikan adalah berupa dua bah buku kumpulan puisi masing-masing berjudul “Sehimpun Puisi Kasih Tertinggal di Bulang Linggi” dan “Serimbun Puisi Hijau Membaca Laut pada Kampung yang Hilang”.
“Perpustakaan adalah salah satu sumber pengetahuan yang dapat membentuk pemikiran kritis dan memperkaya wawasan anak bangsa. Dengan hibah ini, kami berharap karya dari bapak Bambang dan penulis lainnya bisa menjadi sumber inspirasi dan refleksi bagi para pemustaka,” ungkap Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pekanbaru, Hj. Erna Juita, SH,. M.Si melalui Plt Kabid P4KM Syahyarwan Zam, M.Si.

Hibah tidak hanya sekedar menambah koleksi buku di perpustakaan Tenas Effendy, tetapi juga memperkenalkan karya-karya dari penulis lokal.
“Kerjasama seperti ini, tidak hanya memperkuat ekosistem literasi di masyarakat, tetapi juga membawa manfaat sosial yang signifikan dalam memperkaya budaya baca itu sendiri,” jelasnya.
Maka dari itu, ia juga mengajak masyarakat untuk tidak hanya sekadar menjadi pengguna. Namun juga menjadi bagian aktif dalam memperkaya koleksi dan kegiatan perpustakaan.

Dua buku karyawa Bambang Kariyawan yang dihibahkan kepada Perpustakaan Tenas Effendy Pekanbaru.
“Dengan bersama-sama membangun budaya literasi yang kuat, kita dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan intelektual dan sosial masyarakat. Bersama membangun Pekanbaru yang lebih cerdas, kreatif dan berdaya saing,” tutupnya.
Dr. Bambang Kariyawan Ys, M.Pd, sendiri dikenal adalah seorang sastrawan. Dia juga seorang penyair.
Sehari-hari tugasnya didedikasikan sebagai Kepala Sekolah SMA Cendana Pekanbaru.
Anggota dari Komunitas Lingkar Pena ini merupakan sosok yang aktif dalam memberikan kontribusi pada dunia literasi di Kota Pekanbaru dan Riau umumnya.
Di dalam buku Sehimpun Puisi Kasih Tertinggal di Bulang Linggi, menggambarkan tentang perjalanan panjang Bambang Kariyawan ke banyak tempat di tanah air salah satunya di Bulang Linggi yang merupakan salah satu kawasan pelabuhan yang berada di kota Tanjung Uban, tepatnya di pantai barat laut Pulau Bintan Kepulauan Riau.
Pelabuhan ini menghubungkan Kota Tanjung Uban dan Pelabuhan Telaga Punggur Kota Batam.
Dalam puisi ini dia menggambarkan semua jejak perjalanan itu dalam sehimpun puisi-puisinya.
Ada deskripsi sejarah, tentang apa yang pengarang lihat di belahan negeri, tentang yang benar-benar melekat di hati pengarang, yakni kebudayaan.(Advertorial)
Listrik Indonesia

