PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Menindaklanjuti rapat koordinasi dalam rangka stabilisasi harga komoditas pangan di Kota Pekanbaru beberapa waktu lalu, Pemerintah kota Pekanbaru menggelar Gerakan Pangan Murah GPM) bersama di Kecamatan Kulim.
Dua dinas masing-masing Dinas Ketahanan Pangan (DKP), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) juga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Sarana Pangan Madani (SPM) melaksanakan GPM dengan menghadirkan sejumlah komditas pangan mulai dari beras SPHP, gula, minyak goreng, bawang, cabai merah, cabai kampung, bawang putih, kentang serta sejumlah komoditas lainnya yang harganya sedang mengalami fluktuasi di pasar.
Antusiasme masyarakat untuk berbelanja di GPM bersama ini pun langsung tak terbendung. Ribuan warga tampak antre hendak mendapatkan komoditas pangan yang disediakan di arena GPM yang ada tepat di halaman Kantor Camat Kulim di Jalan Lintas Timur Pekanbaru-Pelalawan ini.
Beberapa komoditas pun langsung habis terjual kurang dari 1 jam. Di antaranya yang paling banyak diburuh kaum ibu adalah cabai dan bawang.
Dari total sekitar 30 kilogram cabai merah yang dipasarkan, seluruhnya habis kurang dari 1 jam, begitu pun dengan bawang.
Antrean warga tampak mengular untuk berbelanja beras, minyak goreng dan gula.
Bahkan hingga menjelang tengah hari, antrean warga pasih terjadi. Hingga akhirnya menjelang zuhur, seluruh komoditas yang disediakan habis dibeli warga.
Risnaldi Ananta, Kepala Bidang Perdagangan dan Perindustrian Dinasperindag Kota Pekanbaru ditemui di lokasi GPM bersama mengungkapkan, untuk Disperindag, menjual tiga komoditas, yakni beras SPHP, gula dan minyak goreng.
''Kita sediakan beras 400 karung, atau sekitar 2 ton, dijual dengan harga Rp50.000 per kemasan 5 kilogram, minyak goreng sebanyak 400 liter seharga RP12.500 per liter serta gula sebanyak 400 kilogram dijual dengan harga Rp14.000 per kilogram,'' jelas pria yang akrab disapa Odi ini.
Sementara itu, Dinas Ketahanan Pangan, pada GPM kali ini menyediakan cabai dan bawang.
''Untuk cabai kita sediakan sebanyak 200 kilogram dan dijual seharga Rp56.000 per kilogram, sedangkan bawang juga disediakan sebanyak 200 kilogram dan dijual dengan harga Rp22.000 per kilogram,'' jelas Desfi, petugas Dinas Ketahanan Pangan Pekanbaru.
Dia juga menjelaskan, antusiasme masyarakat untuk membeli cabai dan bawang ini memang sangat tinggi, karena, kurang dari 1 jam seluruhnya sudah habis terjual.
''Kita sediakan total 400 kilogram, semuanya habis sebentar saja,'' kata Desfi.
Kondisi pasar GPM yang demikian ramai juga dibenarkan Direktur Sarana Pangan Madani (SPM) Pekanbaru Ade Daulay yang ikut memantau pelaksanaan GPM ini.
''Semuanya habis bang, tadi kita bawa 100 kilogram cabai, dijual seharga Rp56.000 per kilogram, bawng putih sebanyak 50 kilogram dan dijual seharga Rp30.000 per kilogram, cabai rawit kampung/geprek sebanyak 50 kilogram, dijual seharga Rp60.000 per kilogram, telur ayam sebanyak 50 papan, dijual seharga Rp47.000 per papan, kentang sebanyak 75 kilogram, dijual seharga Rp12.000 per kilogram,'' ungkap Ade Daulay.
Dia pun mengapresiasi tingginya animo masyaraat dalam berbelanja, karena, seluruh komoditas yang mereka bawakan habis kurang dari 1 jam.
''Di sini memang sangat ramai, sehingga, seluruh yang kita bawa habis sebentar saja,'' kata dia.
Martha, salah seorang warga mengaku senang bisa mendapat momen berbelanja dengan harg ayng relatif murah di GPM bersama ini.
''Senanglah, karena harganya beda. Walaupun harga cabai hari ini kabarnya sudah mulai turun di pasar, tapi di sini kita bisa beli lebih murah, jadi sangat membantulah,'' kata dia.

Suasana penjualan beras SPHP, gula dan minyak goreng.
Antrean warga yang hendak membeli beras, gula dan minyak goreng juga tampak sangat padat. Warga rela antre karena memang menjelang bulan ramadhan, butuh banyak persediaan.
''Kita beli aja dulu, karena kan GPM ini sekarang adanya. Nanti pas bulan puasa kita pasti butuh, jadi kita simpan dulu,'' ungkap Meri, warga lainnya.
Dia menyampaikan terima kasih atas pelaksanaan GPM bersama oleh Pemko Pekanbaru ini.
Komitmen Pemerintah Hadir
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru, H. Maisisco yang ditemui terpisah mengungkapkan pelaksanaan GPM merupakan bukti pemerintah Kota Pekanbaru hadir untuk memberikan solusi terhadap permasalahan harga komoditas pangan.
GPM ini sebagai langkah untuk melakukan stabilisasi harga sejumlah komoditas pangan, khususnya yang mengalami lonjakan.
''Kita berharap dengan tersedianya komoditas pangan di tengah masyarakat dan harga yang relatif lebih terjangkau akan membantu masyarakat, dan ikut membantu terjadinya stabilisasi harga. Ini adalah bentuk dari komitmen pemerintah hadir di tengah masyarakat,'' ungkap Maisisco.
Maisisco juga menjelaskan, kenaikan harga yang terjadi terhadap sejumlah komoditas pangan khususnya cabai merah dan bawang tidak terlepas dari kondisi perubahan cuaca yang menyebabkan banyak lahan pertanian mengalami gagal panen.
Disamping itu, momen menjelang Bulan Suci Ramadhan menyebebkan harga beberapa komoditas berfluktuasi .
Pemko Pekanbaru melalui TPID terus memantau kondisi harga di pasar ini, termasuk kondisi pasca pelaksanaan GPM.
''Setiap kita melaksanakan GPM, kita akan lakukan evaluasi. Kita lihat, apakah GPM ini bisa menyumbang atau mengintervensi lonjakan harga. Bila ternyata kondisinya tidak berubah, kita akan kembali melaksanakan GPM. Kalau ternyata GPM ini berhasil menormalisasi harga, maka kita akan pantau titik-titik mana saja yang perlu dilaksanakan GPM selanjutnya. KHususnya tentunya di daerah yang rentan,'' jelas Maisisco.(*)
Listrik Indonesia

