Langkah Intervensi kenaikan Harga, Muflihun: Jangan Ragu Gunakan BTT

Langkah Intervensi kenaikan Harga, Muflihun: Jangan Ragu Gunakan  BTT
Pj. Wali Kota Pekanbaru Muflihun saat Rakor Forkopimda terkait kondisi keamanan pangan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1445 hijriyah.

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Penjabat (Pj) Wali Kota Pekanbaru Muflihun mengimbau seluruh jajarannya untuk tidak ragu menggunakan Belanja Tidak Terduga (BTT) dalam upaya mengantisipasi kenaikan harga komiditas pangan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1445 Hijriyah/2024 ini.

Dijelaskan Muflihun, Pemko Pekanbaru mempunyai alokasi anggaran untuk membantu stabilisasi harga komoditas dengan target mengantisipasi lonjakan harga yang bisa memicu terjadinya inflasi di daerah.

''Inflasi kita memang mengalami kenaikan. Namun, kondisinya masih cukup baik secara nasional. Namun, bila terjadi lonjakan harga komoditas pangan di tengah masyarakat, potensi untuk kenaikan inflasi bisa terjadi. Karena itulah, sebut Muflihun, Pemko mempunyai kewajiban untuk mengambil langkah antisipasi, salah satunya menurunkan harga,'' kata dia saat memimpin Rapat Koordinasi Forkopimda Pekanbaru menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1445 Hijriyah.

Maisisco juga menjelaskan, saat ini, 7 langkah dalam upaya melakukan stabilisasi harga dan ketersediaan pasokan pangan sudah dilaksanakan. Hanya stabilisasi menggunakan BTT yang sampai hari ini belum pernah dilakukan.

''Bila memang untuk stabilisasi ini nantinya dibutuhkan anggaran, kita siap, dana BTT kita juga bisa dipergunakan,'' ungkap Muflihun.

Hal senada juga diungkapkan Sekdako Pekanbaru Indra Pomi Nasution yang pada kesempatan tersebut juga menyebutkan sudah beberapa kali pihaknya menjelaskan tentang BTT ini.

Dan dari pemantauan riausky, dalam rapat koordinasi penanggulangan inflasi daerah bulanan yang dilaksanakan, salah satu bentuk langkah antisipasi pemerintah adalah melakukan stabilisasi harga dengan memberikan subsidi transportasi untuk komoditas pangan yang sedang naik.

''Ya, tidak apa, kalau memang untuk menurunkan harga itu kita harus subsidi biaya trnasportasinya, sehingga harga yang kita dapatkan benar-benar harga dari petani,'' jelas Indra Pomi.

Indra Pomi juga menjelaskan, upaya mengantisipasi kenaikan harga juga dilakukan di Kota Dumai, dan itu diapresiasi oleh pemerintah pusat karena daerah berperan melalui anggaran daerah untuk menekan inflasi daerah dan kenaikan harga komoditas.

Bahkan, jelas Indra Pomi, dalam rapat Forkopimda ini, dikarenakan BTT ini juga, akhirnya Kota Dumai mendapatkan insentif anggaran dari pemerintah pusat untuk pengendalian inflasi.

Karena itulah, sebut dia, tidak ada alasan juga bagi Pemko untuk tidak menggunakan BTT sebagai salah satu upaya dalam pengendalian inflasi bila memang dibutuhkan.

Sejauh ini, diketahui, rencana penggunaan BTT ini sempat direncanakan beberapa kali, di antaranya ketika lonjakan harga cabai pada medio pertengahan 2023 lalu, yang rencananya akan dialokasikan untuk memberikan subsidi transportasi.

Rencana penggunaan BTT ini juga sempat diusulkan ketika rapat pembahasan kenaikan harga ayam pada medio awal 2024 lalu.

Namun, sejauh ini, Pemko belum pernah menggunakan BTT sebagai instrumen pengendalian inflasi di daerah.(R06) 

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional