PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Penjabat Wali Kota Pekanbaru Risnandar Mahiwa mengangu sudah mendapat banyak informasi terkait sejumlah permasalahan yang dikeluhkan warga Kota Pekanbaru.
Salah satunya, diakui dia adalah berkaitan dengan permasalahan perparkiran.
Dia mengaku sudah mendapatkan beberapa hal yang menjadi harapan masyarakat, dn dia berencana akan membahas persoalan-persoalan itu dengan dinas terkait.
''Masalah jalan rusak, sampah, juga parkir, sudah, saya sudah dapat informasinya. Segera kita bahas secara teknis dengan dinas-dinas terkait,''ungkap dia usai melakukan pertemuan tertutup dengan seluruh pimpinan OPD di lingkungan Pemko Pekanbaru beberapa waktu lalu.
Dalam waktu dekat, ia akan menggelar rapat khusus terkait jasa layanan parkir dan pengelolaannya. Pasalnya, persoalan parkir merupakan salah satu keluhan masyarakat Pekanbaru.
"Nanti teknis, parkir dan masalah lain-lain akan kita bicarakan secara teknis dengan dinas kadishub dengan pihak-pihak yang terkait," ujar Risnandar, Selasa (28/5/2024).
Sebagai pejabat yang baru tiba dan memimpin Pekanbaru sepertinya Penjabat (Pj) Wali Kota Pekanbaru Risnandar Mahiwa menyadari persoalan parkir banyak dikeluhkan warga. Oleh sebab itu ia akan melakukan pembahasan mendalam dengan Dinas Perhubungan (Dishub).
Pelayanan dan sikap petugas parkir di lapangan menjadi sorotan warga, terutama sejak tarif parkir naik.
Tarif parkir roda dua di tepi jalan umum di Kota Pekanbaru saat ini adalah Rp2.000 dari sebelumnya Rp1000 sekali parkir. Sementara untuk roda empat tarif parkir yang semula hanya Rp2.000 kini menjadi Rp3.000.
Kenaikan tarif parkir tersebut dimulai sejak September 2022 lalu. Kenaikan tarif parkir berdasarkan pada Peraturan Wali Kota (Perwako) Pekanbaru Nomor 41 tahun 2022.
Regulasi tersebut tentang Perubahan Atas Peraturan Wali Kota Pekanbaru Nomor 148 tahun 2020 tentang Tarif Layanan Parkir pada UPT Perparkiran Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru sebagai Badan Layanan Umum Daerah. Perwako ini tertanggal 9 Mei 2022.
Selain tarif, permasalahan layanan petugas parkir juga banyak menjadi keluhan warga Pekanbaru, selain banyaknya jumlah petugas parkir yang membuat masyarakat penggunaan tidak nyaman dalam beraktivitas sehari-hari.
Sangking banyak dan besarnya biaya yang harus dikeluarkan warga untuk parkir kendaraan, warga sampai menyebutkan parkir sebagai salah satu penyumbang inflasi terbesar di Kota Pekanbaru.(R06)
Listrik Indonesia

