DKP Review Data FSVA Pekanbaru, 7 Kelurahan Keluar dari Rentan Rawan Pangan

DKP Review Data FSVA Pekanbaru, 7 Kelurahan Keluar dari Rentan Rawan Pangan
Rapat terkait Review Data Penyusunan FSVA tahun 2024, Rabu (14/8/2024) pagi tadi.

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Pekanbaru melakukan review terhadap peta kerentanan dan kerawanan pangan, (Food Security and Vulnerability Atlas) atau yang akrab disebut FSVA.

Dari data terbaru yang ter-update, saat ini tinggal dua kelurahan yang masih berada dalam kondisi rentan rawan pangan, yakni Limbungan Baru dan Kelurahan Lembah Sari.

''Itu pun kondisinya wilayah tersebut kondisinya sudah jauh lebih baik, sehingga bila sebelumnya masuk prioritas 2,  sekarang masuk dalam prioritas 3,'' ungkap Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru H. Maisisco melalui Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, Ismail.

Pada tahun 2023, di Kota Pekanbaru, berdasarkan peta SFVA, tercatat ada sebanyak 9 kelurahan yang masuk dalam posisi rentan rawan pangan. Artinya, pada tahun 2024 ini, ada sebanyak 7 daerah yang berhasil keluar dari kondisi rentan rawan pangan.

Disebutkan Ismail, ada beberapa indikator yang membuat kelurahan-kelurahan tersebut berhasil keluar dari kondisi rentan rawan pangan tersebut.

Di antaranya, sebut Ismail adalah, terkait perbaikan atau pertambahan jumlah penyedia pangan, akses jaringan air bersih, ketersediaan tenaga kesehatan, infrastruktur jalan.

Perubahan data tersebutlah, yang disebutkan Ismail menyebabkan tujuh kelurahan lainnya saat ini tidak lagi masuk dalam kategori rentan rawan pangan.

Perubahan data atas indikator penilaian ini juga yang saat ini, lanjut Ismail yang dilakukan review dan selanjutnya akan dimasukkan dalam  aplikasi FSVA versi 5.

''Jadi dalam review ini, dihitung bagaimana jumlah angka kemiskinan di lokasi tersebut, jumlah tenaga kesehatan yang tersebar, jumlah rumah tangga, sarana prasarana pangan, akses air bersih, infrastruktur jalannya,'' kata dia.

''Nah, berdasarkan persentase perhitungan menggunakan seluruh variabel penilaian, ada dua kelurahan, yakni Limbungan Baru dan Lembah Sari yang masih berada di rentan rawan pangan, itu pun kondisinya sudah jauh lebih baik, karena naik dari prioritas 2 menjadi prioritas 3,'' kata dia.

Ismail menjelaskan, memang ada beberapa situasi yang menyebabkan terjadinya perubahan status kerentanan dan kerawanan pangan.

Misalnya, sebut Ismail adalah penurunan jumlah penduduk miskin.

Selain itu, ada perkembangan terhadap sarana penyedia pangan, seperti rumah makan atau kios-kios makanan, selain itu juga akses air bersih yang kondisinya sudah menjangkau masyarakat 100 persen.

Perubahan situasi di lapangan itulah, sebut Ismail yang menyebabkan terjadi perubahan terhadap peta FSVA Kota Pekanbaru, khususnya pada tahun 2024 ini.

Namun begitu, bukan berarti semuanya sudah sempurna. Dia mencontohkan, misalnya untuk angka kemiskinan.

''Kita kan menggunakan data P3KE. Berdasarkan data, ada sebanyak 3,16 persen penduduk yang dikategorikan miskin. Dan itu tersebar merata di seluruh kelurahan di Kota Pekanbaru. Dan itulah yang kemudian perlu dilakukan langkah-langkah koordinatif , agar bisa keluar dari situasi kemiskinan itu,'' ungkap dia.

Untuk tingkat kerentanan dan kerawanan pangan sendiri, jelas Ismail, skor tertinggi untuk penilaian berasal dari sebaran penyedia pangan di satu wilayah.

Hal tersebut di antaranya adalah tersedianya rumah makan, kios-kios penyedia bahan pangan.

''Semakin banyak, maka itu akan mengindikasikan penurunan terhadap tingkat kerentanan dan kerawanan pangan,'' tutup dia.(R04)

 

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional