PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Membaca buku kini semakin semakin mudah dan menyenangkan. Tak hanya menggunakan mata sebagai indera penglihatan, kini membaca buku juga bisa dilakukan dengan mendengarkan.
Perkembangan teknologi menjadikan membaca buku kini bisa dilakukan dengan cara-cara yang menyenangkan. Seperti pengembangan teknologi yang dilakukan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Pekanbaru kepada publik pengunjung Perpustakaan Tenas Effendy.

Semenjak beberapa tahun lalu, Dispusip Pekanbaru mengembangkan aplikasi bernama 'Membara' (Membaca Buku Bersuara).
Aplikasi ini bermanfaat terutama untuk memberikan solusi kepada masyarakat yang membutuhkan layanan suara ataupun ingin lebih santai untuk mendapatkan bahan literasi tanpa harus membaca dengan membolak balik halaman buku.
Dan kini, tentunya, sudah ada sangat banyak sekali buku dan bahan literasi yang bisa didapati oleh pengunjung baik secara fisik maupun virtual yang sudah bisa langsung dibaca dengan cara mendengarkan suara.

Seperti halnya Buku Hari-hariku, Seven days, Rima dan Ani, Library Day dan berbagai buku bacaan lainnya.
Suara yang ditampilkan juga ralatif sangat ringan untuk didengar dan memudahkan dalam proses edukasi, layaknya guru bercerita kepada murid.

Kepala Dispusip Pekanbaru, Hj Erna Juita SH, MSi mengungkapkan, upaya-upaya menggali potensi dalam rangka memudahkan dan menarik minat masyarakat untuk membaca menjadi salah satu langkah yang dilakukan pemerintah Kota Pekanbaru, di Perpustakaan Tenas Effendy.
Artinya, perpustakaan virtual itu, kini benar-benar sudah mulai terjadi, dimana, membaca bukan saja semata aktivitas fisik datang ke perpustakaan, namun juga bisa dilakukan secara virtual dengan mendengarkan suara yang bisa diakses masyarakat dari mana saja.
Kemajuan teknologi ini, jelas Erna, sangat membantu, khususnya bagi publik atau masyarakat yang memang memiliki keterbatasan waktu, baik untuk datang langsung secara fisik, ataupun terbatas waktu untuk membaca dan memerlukan sarana yang lebih santai, namun tetap memiliki nilai edukasi.
Erna brharap, layanan - layanan seperti ini bisa terus meningkatkan aksesibilitas publik untuk mendapatkan bahan bacaan yang bermanfaat, baik secara keilmuan maupun menambah wawasan pada anggota keluarga, khususnya anak.(Adv)
Listrik Indonesia

