PEKANBARU (RIAUKSY.COM) - Meski sejumlah wilayah di Riau di Guyur Hujan Selasa malam (22/9/2015), bukan berarti Riau bebas dari ancaman kabut asap. Bahkan jumlah titik api di Pulau Sumatera dalam waktu satu malam bertambah empat kali lipat.
Pantauan Satelit Terra dan Aqua dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) hari ini (23/09) mendeteksi ada 1025 titik api yang tersebar di beberapa Provinsi di Sumatera. Padahal sehari sebelumnya hanya terdeteksi 284 titik api.
Kepala anlisa BMKG Pekanbaru Ardhitama mengatakan ada tujuh provinsi yang menyumbangkan titik api di Pulau Sumatera, yakni Sumatera Selatan 791 titik, Jambi 60 titik, Kepulauan Riau 1 titik, Bangka belitung123 titik, Lampung 36, dan Riau 9 titik api.
"Meski diguyur hujan, namun asap masih akann menyelumuti Pekanbaru, karena angin dari Provinsi tetangga masih mengarah le Riau. " Tutupnya.
ementara itu secara umum cuaca Provinsi Riau pada umumnya cerah berawan disertai kabut asap. Peluang hujan dengan intensitas ringan hingga sedang tidak merata disertai petir terjadi hampir di sebagian besar wilayah Riau. (RO3) Listrik Indonesia
Riau Dikepung 1025 Titik Api, Kabut Asap Masih Mengancam Kesehatan Warga
Redaksi
Rabu, 23 September 2015 - 12:09:11 WIB
internet merdeka.com
Pilihan Redaksi
IndexUniversitas Abdurrab Launching 'Halala', Body Lotion yang Halal dan Sehat
Tak Terima Nama Dicatut, LLMB Beri PHR Waktu 1 Bulan untuk Beri Penjelasan
Rumah Dinas Bupati Indragiri Hilir Kebanjiran, Ini Penampakannya
Blok Minyak West Kampar di Riau Kini Punya Pengelola Baru
Pengumuman! Pendaftaran Calon Anggota Panwaslu Kelurahan/Desa di Riau Diperpanjang
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Lingkungan
Pemkab Kuansing Matangkan Kesiapsiagaan Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman El Nino
Selasa, 26 Mei 2026 - 13:52:10 Wib Lingkungan
Hari Ini, Riau Panas, Potensi Hujan Sore dan Malam Hari di Beberapa Wilayah
Selasa, 26 Mei 2026 - 11:54:46 Wib Lingkungan
Jelang Musim Kemarau, RAPP Dukung Upaya Pemkab Pelalawan Perkuat Pencegahan Karhutla
Selasa, 26 Mei 2026 - 10:03:28 Wib Lingkungan

