PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Dalam upaya mendukung pada penguatan Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM) sekaligus penguatan dalam mendukung program pemberian makan bergizi bagi siswa, ibu hamil dan menyusui, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Pekanbaru bersama PTPN IV Regional III Palm Co juga PPJI Kota Pekanbaru melaksanakan kegiatan Pelatihan Pengolahan Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal.
Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru, Senin (23/12/2024) ini diikuti tak kurang dari 50 peserta yang berasal dari kelompok kampung pangan juga UMKM yang ada di sekitar wilayah operasi PTPN IV Regional III Palm Co.
Kepala Bagian Sekretariat dan Hukum PTPN IV Regional III Palm Co, Andiansyah Hamdani mengungkapkan, peran serta yang dilaksanakan oleh PTPN IV selaku BUMN pihaknya punya komitmen mendukung program makan bergizi yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Dia menyebutkan, program pelatihan mengolah pangan yang diberikan ini memiliki peran penting dalam mempersiapkan UMKM yang ada untuk mencapai sasaran yang diinginkan.
PTPN IV Palm Co, sebut Andiansyah, siap bekerja sama khususnya bersama Pemko Pekanbaru dalam upaya mempersiapkan UMKM yang ada sehingga bisa berperan serta dalam penguatan peran mereka.
''Peran dari UMKM ini tentunya kan akan sangat strategis bersamaan dengan program yang akan dilaksanakan pemerintah tersebut. Hanya saja, sukses atau tidaknya dari program tersebut akan tergantung dari kesiapan dari UMKM yang ada dalam mendukung program yang ada,'' kata Andiansyah.

Peserta pelatihan penuh semangat mengikuti pelatihan membuat pangan berbasis sumber daya lokal.
Dia juga menjelaskan, tidak semua program akan bisa terjangkau oleh bisnis-bisnis besar yang ada. Mereka juga membutuhkan peran serta dari UMKM untuk bisa masuk ke remote area.
Karena itulah, pelaksanaan program pelatihan seperti ini menjadi penting untuk mempersiapkan UMKM yang ada.
''PTPN IV Regional III Palm Co sangat mendukung upaya-upaya yang dilakukan Pemko Pekanbaru, bukan saja dalam pelaksanaan pelatihan UMKM ini, namun juga pada program lainnya. Kita siap bersiergi,'' kata dia.
''Baru-baru ini, kita melaksanakan uji coba pemberian makanan bergizi untuk dua sekolah di Kabupaten Siak bersama Pemprov Riau. Ini juga bentuk dari upaya mendukung supaya pelaksanaan pemberian makan bergizi,'' kata dia.
Sementara itu, Kepala DKP Pekanbaru H. Maisisco mewakili Pemko Pekanbaru sangat mengapresiasi dukungan yang diberikan PTPN IV Regional III Palm Co dalam mendukung pelaksanaan pelatihan pengolahan pangan berbasis sumber daya lokal yang melibatkan UMKM yang ada di Kota Pekanbaru.
Dikatakan H. Maisisco, pelatihan ini memiliki peran penting untuk membawa UMKM yang ada untuk lebih siap menjelang pelaksanaan program pemberian makan bergizi.
''Pemko melalui DKP memiliki visi bagaimana program makan bergizi ini nantinya bukan saja berhasil dalam sukses pelaksanaan pemberian makanan kepada anak sekolah, ibu hamil dan balita. Namun juga harus mampu membangkitkan potensi UMKM yang ada,'' kata H. Maisisco.
Dia mengajak para pelaku UMKM khususnya kampung pangan untuk keluar dari zona nyaman.
''Apakah ibu-ibu dan bapak di sini mau kalau nanti program makan bergizi makanannya didatangkan dari luar Pekanbaru, atau sayurannya, ikannya didatangkan dari luar. Tentunya tidak,'' jelas Maisisco.
''Kita ingin menu yang dikonsumsi nantinya adalah pangan lokal yang ditanam dan diolah di Kota Pekanbaru. Kita tak mau hanya menjadi penonton saja. Karena makan bergizi itu nantinya akan dibagikan setiap hari. Karena itulah, pelatihan ini memegang peran strategis mempersiapkan UMKM yang ada. Manfaatkan momen ini untuk menambah pengetahuan,'' ajak H. Maisisco.
''Manfaatkan pelatihan ini untuk meningkatkan pengetahuan mengolah pangan lokal. Manfaatkan pelatihan ini untuk meningkatkan pengetahuan untuk mengelola pangan, sehingga nantinya, produk pangan olahan lokal yang dihasilkan juga bisa bersaing,'' jelas Maisisco.
Pada kesempatan itu, Maisisco juga mengajak para UMKM yang ada juga bisa bangkit dengan menjaga konsistensi dalam usaha.
''Mungkin produk yang kita olah itu enak, banyak peminatnya. Tapi kalau cara mengelola usahanya tidak baik, tidak menjaga konsistensi, tentunya akan sulit diterima oleh pasar,'' kata dia.
Masih dalam momen yang sama, H. Maisisco juga mengajak kaum ibu peserta pelatihan untuk menerapkan budaya stop boros pangan dengan masak dan makan seperlunya.
''40 persen sampah yang kita timbun di TPA Muara Fajar itu adalah limbah makanan. Bila per orang kita setiap harinya membuang 1 kilogram sampah makanan, bayangkan kalau itu terjadi setahun,'' gugah Maisisco.
''Bayangkan juga kalau kita bisa memanfaatkan sisa makanan yang tidak kita makan itu untuk dibagikan kepada mereka yang memerlukan. Tentunya akan bisa membantu mereka yang memerlukan makanan, khususnya mereka yang hidup dalam kemiskinan ekstrem juga stunting,'' tutup Maisisco.
Maisisco juga menyampaikan terima kasih kepada PTPN IV Regional III Palm Co yang telah mendukung pelaksanaan pelatihan pengolahan pangan lokal.
Sinergi ini, jelas Maisisco, sangat membantu pemerintah dalam meningkatkan kemampuan para pelaku UMKM lokal, khususnya kaum ibu ini.
''Pemerintah tak bisa beridiri sendiri untuk menyukseskan program pemberdayaan ini. Dan apa yang dilakukan PTPN IV ini menambah lagi peran serta yang diberikan untuk membantu masyarakat di Kota Pekanbaru. Karena itu, kami haturkan terima kasih,'' ungkap Maisisco.
Dia juga berharap kerja sama yang dilakukan ini ke depannya juga bisa lebih meningkat lagi dalam bentuk kerja sama yang lebih maju.(R04)
Listrik Indonesia

