Markarius: Potensi Parkir Kendaraan di Pekanbaru Capai Rp125 Miliar

Markarius: Potensi Parkir Kendaraan di Pekanbaru Capai Rp125 Miliar
Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar bersalaman dengan pegawai dalam silaturahmi di Masjid Al Firdaus, Tenayan Raya, Jumat (21/2/2025).

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengungkapkan setidaknya ada potensi sebesar Rp125 miliar penerimaan daerah bila dihitung berdasarkan jumlah kendaraan yang ad adi Kota Pekanbaru.

Potensi tersebut ke depannya akan dilakukan penataan dalam pengelolaannya sehingga bisa meningkatkan pendapatan daerah.

Itu diungkapkan Markarius sat ditemui selepas melaksanakan Silaturahmi bersama jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemko di Masjid Al Firdaus, Kompleks Perkantoran Tanayan Raya.

''Dari jumlah kendaran yang ada di Pekanbaru saja ya, itu potensinya bisa sebesar Rp125 miliar. Jadi cukup besar, itu yang akan kita tata ke depan,''ungkap Markarius.

Dijelaskan dia, untuk itu, Wali Kota Pekanbaru sudah membentuk tim untuk mengkaji potensi penerimaan ideal yang bisa diambil dari sektor perparkiran ini.

''Tim nya sudah ada, jadi tinggal dikaji,'' kata dia.

Dijelaskan Markarius, meski pun tarif parkir saat ini diturunkan, namun, pihaknya optimis potensi penerimaan daerah dari sektor parkir ini akan tetap naik.

Selain menghitung potensi , tim yang akan menkaji nntinya juga akan memastikan bahwa tidak semua kawasan akan dikenakan wajib parkir.

''Ada wilayah-wilayah yang sebetulnya tidak layak untuk dikenakan parkir. tapi sekarang tetap dipungut juga. Karena itu, nanti kita kaji lagi,'' jelas dia lagi.

Dia menyebutkan, tidak semua tempat bisa diberlakukan wajib parkir. Dia mencontohkan, di jalan-jalan lingkungan,  di lokasi pedagang kecil.

''Baru saja mereka berusaha, sudah ada yang memberlakukan tarif parkir. Kan kasihan kita, baru mau berkembng sudah dikenakan parkir, akhirnya usahanya jadi sepi.Pedagang jual teh es Rp3.000, parkirnya Rp2.000, kan tidak bagus itu.  Itu akan kita tinjau kembali, jadi nanti akan ada juga yang digratiskan,'' jelas Markarius.

Ada juga, potensi parkir di downtown atau pusat kota  yang relatif murah, sehingga banyak kendaraan yang memilih parkir di kawasan itu.

''Misalnya di sekitaran mal. Kalau mereka parkir di dalam mal mereka beranggapan mahal, sehingga, memilih parkir di luar mal karena . Nah, itu akan kita kaji dan sesuaikan tarifnya,'' kata dia.

Misalnya parkir di Sudirman, pusat-pusat aktivitas, lanjut dia, mungkin kita akan naikkan, jadi itu yang akan kita kaji, sehingga, parkir itu tidak sama di semua tempat.

Untuk kebijakan yang akan dikaji terkait parkir ini, Markarius juga menjelaskan kalau draf nya sudah disiapkan oleh Sekretaris Daerah dan itulah yang nantinya akan dikaji oleh tim.

Sementara itu, disinggung tentang isu kalau penurunan tarif parkir hanya akan diberlakukan pada satu tahun pertama kepemimpinan AMAN, Markarius mengungkapkan kalau itu tidak benar.(R04)

 


  

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional