Sinergi dengan 5 Kabupaten, PT RPB Mulai Garap Beras Riau

Sinergi dengan 5 Kabupaten, PT RPB Mulai Garap Beras Riau
Direktur RPB Ade Putra Daulay bersama Kabid Ketahanan Pangan DPTPH Provinsi Riau Wiwik Suryani saat melakukan kunjungan ke salah satu sentra beras dan telur di Sumbar beberapa waktu lalu.

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Asa Pemerintah Provinsi Riau untuk bisa menghadirkan 'beras Riau' mulai diaktualisasikan.

Saat ini, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemprov Riau yang menggarap sektor pangan, PT Riau Pangan Bertuah (RPB) mulai membangun sinergi bersama 5 daerah penghasil beras di Riau dalam bentuk serapan gabah.

''Ada arahan pemerintah pusat dan provinsi supaya kita membeli gabah dari petani lokal supaya petani kita bisa untung,'' ungkap Ade.

Sebagai tindaklanjutnya, jelas dia, pihaknya telah berkomunikasi dengan petani di SIak, dan kerja sama juga dengan Pokja Bina Karya di Siak dan mesin penggilingan di Siak.

Dengan fokus di daerah tersebut, lanjut Ade, nantinya diharapkan untuk penggilingan gabah kering dari petani di Siak, tidak perlu jauh-jauh lagi keluar dari Siak.

Untuk di Siak, jelas Ade, pihaknya sudah melakukan perja sama dengan petani pemilik lahan seluas 100 hektare dari 2.000 hektare lahan padi di Bungaraya.

''Dengan 100 hektare yang sudah dikerjasamakan dengan cara kontrak farming, ditargetkan per hektarenya akan menghasilkan 5 ton, atau total 500 ton ketika panen.Ini, sudah tanam, dan diperkirakan dalam 2,5 bulan ke depan sudah masuk masa panen,'' jelas Ade.

Selain di Siak, Ade juga mengungkapkan kalau pihaknya sudah berkoordinasi dengan petani di Rokan Hilir, tepatnya di daerah Kubu Darussalam.

''Di Rohil ini, Kementerian Pertanian sudah membentuk 5 Brigade pangan di daeah Kubu. Satu brigade itu mengelola 200 hektare dan mereka difasilitas pemerintah mulai dari benih, alat mesin tanam, traktor roda empat, mesin panen compact dan harvesting. Jadi mereka sudah difasilitas, itu kita sudah komunikasi,'' kata dia.

Hanya saja, untuk mesin penggilingan, di Rohil masih dijajaki potensi kerja samanya, karena di Rohil baru ada penggilingan dengan kapasitas kecil, yakni 10 ton per hari, sementara di Siak, itu kapasitasnya sudah mencapai 90 ton per hari.

Selain itu juga ada di Penyalai Pelalawan, Inhu dan Inhil dan secara bertahap dibangun komunikasinya.

Dijelaskan Ade, untuk padi ini sebenarnya untuk Riau potensinya cukup besar, karena, tersebar di beberapa daerah. Selain lima kabupaten itu juga ada beras Rohul, Kampar, dan itu potensi untuk dijadikan sebagai cadangan untuk penyediaan beras Riau.

Kerja sama yang dilaksanakan oleh PT RPB ini, sebut dia, merupakan salah satu daru upaya menjawab harapan dari masyarakat maupun Pemprov Riau untuk memilik beras Riau.

''Insya Allah, untuk mewujudkan beras Riau ini dalam waktu dekat bisa kita realisasikan,'' kata dia.

Ada pun untuk jenis berasnya, Ade mrnyebutkan nantinya ada dua, yakni jelas beras pulen dan beras pra.

''Untuk yang di Siak ini nantinya pulen. Untuk beras pulen ini kita sudah punya nama, yakni ''Selembayung'', sedangkan untuk beras pra diberi nama ''Bidai''.

Selain beras lokal, dia  juga menjelaskan kalau pihaknya juga sudah melaksanakan kerja sama dengan beberapa daerah penghasil seperti Sumbar dan SUmut untuk juga mendukung penguatan ketersediaan beras di Riau.(R04)

 

 

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional