PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar meninjau langsung pelaksanaan mobil Pangan Keliling Andalan, Murah dan Amanah (Pak AMAN) di Jalan Gang Tuah, tepatnya di Gang Kuantan, RW 02, Kelurahan Rejosari, Kecamatan Tenayan, Kota Pekanbaru, Selasa (25/3/2025).
Markarius langsung bertanya kepada para ibu dan warga yang berkumpul selepas berbelanja.
''Bagaimana dengan harganya ibu-ibu? Murah?'' tanya Markarius dihadapan puluhan ibu yang ditemui di lokasi mobil Pak AMAN.
''Alhamdulillah Pak, harganya sangat murah, yang kita cari juga ada,''ungkap ibu-ibu kompak.
Markarius pun mengungkapkan rasa syukurnya, karena kehadiran mobil Pak AMAN ternyata dapat membantu masyarakat setempat untuk mendapatkan pangan dengan harga yang lebih murah, dan pastinya tak harus jauh-jauh untuk membelinya, karena mobil Pak AMAN hadir langsung di pemukiman.
''Markarius pun mengungkapkan kalau mobil Pak AMAN ini merupakan salah satu solusi konkret yang dilakukan pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Ketahanan Pangan untuk membantu masyarakat, khususnya saat momen Ramadhan dan menjelang Idul Fitri,'' ungkap dia.
''Silakan teman-teman wartawan tanyakan langsung kepada warga, apa tanggapan mereka. Dari beberapa kali kegiatan Pak AMAN yang saya langsung pantau, warga mengaku sangat senang dan terbantu,'' imbuh Markarius.
Bahkan, dia tidak ragu untuk mengatakan bahwa pelaksanaan mobil Pangan keliling AMAN ini ternyata efektif untuk membantu menciptakan stabilitas harga komoditas pangan di tengah masyarakat.
Mungkin, sebut Markarius, salah satunya adalah dikarenakan saat ini, tidak ada masyarakat yang kesulitan lagi mendapatkan pangan. Selain itu, karena harga yang ditawarkan juga berimbang, akhirnya bisa menjaga stabilitas harga antara di pasar dan di tengah masyarakat.
Tapi, Markarius juga tidak menafikan, saat ini ada beberapa langkah yang dilakukan Dinas Ketahanan Pangan, termasuk kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) juga berbelanja di Kios Pangan Puan Berseri di Jalan Cut Nyak Dhien.
''Saya lihat, Semua upaya yang demikian massif dilaksanakan setiap hari ini memberikan dampak yang luar biasa terhadap kondisi di pasar. Alhamdulillah, sampai hari ini, tidak ada harga yang mengalami lonjakan tajam. Padahal kita sedang dalam momen Ramadhan dan menjelang Idul Fitri,'' ungkap dia.
''Biasanya kan kalau menjelang Idul Fitri ini pasti ada fluktuasi, ada harga komoditas yang naik. Tapi hingga hari ini, kita lihat semuanya masih normal. Kalau pun ada yang naik, naiknya juga tidak drastis, dan itu berpengaruh sekali terhadap stabilitas di tengah masyarakat,'' imbuh dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) H. Maisisco yang ikut mendampingi Wakil Wali Kota juga mengaku senang, karena, program yang ditawarkan baik melalui mobil Pangan Keliling AMAN maupun GPM juga Puan berseri ternyata mendapat respon yang positif dari seluruh masyarakat Kota Pekanbaru.
Maisisco juga menyampaikan syukur, karena, sejauh ini, upaya-upaya yang dilakukan untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan pangan cukup memberikan pengaruh di tengah masyarakat.
''Selain melalui GPM dan mobil Pak AMAN ini, DKP juga secara rurin melakukan monitoring terhadap harga yang ada di pasar,'' ungkap dia.
Sejauh ini, sebut Maisisco, untuk komoditas pangan di Pekanbaru semuanya tercukupi. Demikian juga dengan harga komoditas, tidak ada yang terlalu fluktuatif.
''Kita juga tidak ingin harga komoditas pangan jatuh. Karena itu akan merugikan petani. Yang kita ciptakan adalah bagaimana masyarakat mudah mengakses pangan dan stabilitas harga tetap terjaga,''ungkap Maisisco.
''Hari ini, di waktu yang bersama, kita juga melaksanakan GPM di Makorem 031 Wirabima. Tujuannya sama, memastikan pangan ini memang benar-benar menjangkau seluruh masyarakat,'' imbuh dia.
Dari pantauan di lapangan, pelaksanan Mobil Pangan AMAN di Kelurahan Rejosari mendapat sambutan hangat dari warga.
Mereka mengaku senang, karena, variasi bahan kebutuhan keluarga semuanya tercukupi.
''Harganya lumayan murah,''ungkap Yeti, salah seorang warga.
Pada GPM kali ini, komoditas pangan yang disediakan juga cukup beragam. Harga yang diberikan juga cukup menggugah warga untuk berbelanja.
Misalnya saja, untuk beras SPHP dijual Rp58.000 per kemasan 5 kilogram dimana harga pasar Rp65.000, beras anak daro Rp150.000 untuk kemasan10 kilogram, sementara di pasar harganya Rp170.000, cabai merah sumbar juga harganya sangat murah, dijual seharga Rp32.000 per kilogram, sementara di pasar di jual seharga Rp50.000 per kilogram.
Harga yang juga cukup murah didapatkan masyarakat untuk bawang merah, dimana hanya dijual Rp15.000 per 1/2 kilogram, sementara di pasar bawang merah kini seharga Rp40.000 per kilogram.
Warga yang membeli Minyak premium Sunco juga mendapatkan harga kompetitif, dimana hanya dijual Rp39.000 per kemasan 2 liter, sementara di pasar harganya bahkan mencapai Rp43.000.
Untuk tepung terigu, warga juga mendapatkan harga murah, dimana Bulog menjual seharga Rp9.000, sementara di pasar dijual seharga Rp12.000 per kilogram.(R04)
Listrik Indonesia

