PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Pengurus Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Korps HMI-Wati (Kohati) Riau dan Kepulauan Riau (Kepri) periode 2024-2026 resmi dilantik pada Sabtu (17/5/2025).
Adapun Ketua Umum Badko HMI Riau-Kepri dijabat oleh Wiriyanto Aswir, Sekretaris Umum dijabat Khairul Rijal serta bendahara Umum Kohati oleh Putri Anggraini
Prosesi pelantikan berlangsung di Gedung Daerah Balai Pauh Janggi, dihadiri GUbenrur Riau Abdul Wahid, juga sejumlah tamu undangan dari unsur Pemerintah Daerah, serta perwakilan dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Riau.
Pelantikan pengurus ini didasarkan pada dua surat keputusan. Pertama, Surat Keputusan Pengurus Besar HMI Nomor: 236/KPTS/A/11/1446 Hijriah tentang Pengesahan Susunan Pengurus HMI Badan Koordinasi Riau dan Kepulauan Riau Periode 2024-2026. Kedua, Surat Keputusan Badko HMI Riau-Kepri Nomor: 001/KPTS/A/XI/1446 H tentang Susunan Pengurus Kohati Riau-Kepri untuk periode yang sama.
Pelantikan dilakukan langsung oleh Bendahara Umum Pengurus Besar HMI, Wisnu Sari Nugroho. Dalam acara tersebut, para pengurus baru secara simbolis menerima tanggung jawab untuk menjalankan roda organisasi dan memastikan keberlanjutan kaderisasi serta pengabdian kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Gubernur Riau (Gubri), Abdul Wahid menyampaikan ucapan selamat kepada para pengurus yang baru saja dilantik, serta mengapresiasi eksistensi HMI sebagai organisasi mahasiswa yang telah banyak memberikan kontribusi dalam pembangunan dan dinamika sosial kemasyarakatan di Riau dan Kepri.
“Kami atas nama Pemerintah Provinsi Riau mengucapkan terima kasih banyak kepada Pengurus Besar dan Badko HMI. Semoga HMI dapat terus tumbuh dan dapat melahirkan kader-kader unggul,” kata Gubri.
Gubri berharap kehadiran pengurus baru dapat membawa semangat baru dalam menggerakkan peran strategis mahasiswa di tengah masyarakat. Terlebih di tengah tantangan era globalisasi dan digitalisasi, kepengurusan kali ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan zaman dengan program kerja yang relevan dan berdampak luas.
“Pendidikan kader harus kekinian dan tidak harus baku, mungkin bisa diadopsi kurikulum dan materi-materi yang diadaptasikan dengan dunia digitalisasi dan globalisasi. Sehingga HMI akan selalu ada di hati mahasiswa,” ujar Wahid.(R05)
Listrik Indonesia

