PANGKALAN KERINCI (RIAUSKY.COM)- Bupati Pelalawan H. Zukri menegaskan bahwa upaya pengentasan kemiskinan tidak cukup dengan bantuan sesaat, melainkan harus melalui pendekatan yang produktif dan berkelanjutan.
Itu disampaikan Zukri saat memimpin rapat penanganan kemiskinan ekstrem Kabupaten Pelalawan yang dihadiri sejumlah OPD dan lembaga terkait.
Salah satu langkah nyata yang diambil Pemkab Pelalawan, sebut Zukri adalah adalah pemberian 10 batang bibit sawit kepada warga kurang mampu sebagai sumber penghasilan jangka panjang.
Namun karena sawit baru bisa dipanen setelah 3 tahun, Bupati Zukri juga meminta agar masyarakat diberikan bantuan tambahan seperti bibit ikan atau tambahan bantuan lainnya agar tetap memiliki pendapatan selama masa tunggu tersebut.
Bupati menegaskan bahwa bantuan ini bukan bantuan yang ganda atau double. Apalagi bantuan yang diberikan kepada masyarakat yang benar-benar masuk dalam kategori kemiskinan ekstrem untuk meningkatkan pendapatan mereka.
"Bantuan ini bukan dobel, tapi saling melengkapi. Tujuannya jelas, agar masyarakat punya penghasilan tetap dan bisa keluar dari garis kemiskinan ekstrem agar masyarakat punya penghasilan jangka pendek dan panjang." Tutupnya.
Dia menjelaskan, kalau masyarakat tersebut punya lahan 1 hektare dan diberikan bantuan sawit, itu sudah selesai, karena mereka sudah bisa dipastikan akan keluar dari garis kemiskinan.
Namun, apa yang diberikan Pemkab Pelalawan ini hanya 10 batang bibit sawit. Sementara sawit itu baru akan bisa dipanen setelah tiga tahun.
''Mungkin tidak karena sepuluh batang itu masyarakat penerima bantuan akan berubah hidupnya menjadi kaya? Apalagi mereka baru akan panen setelah 3 tahun. Karena itulah, sebelum panen, perlu adanya intervensi, apakah melalui Baznas atau program lainnya, seperti perikanan, sehingga mereka bisa mandiri,'' tegas Zukri.
Namun begitu, Zukri tetap mengimbau kepada jajarannya untuk menghitung, hingga kapan mereka bisa panen dan mandiri, sehingga tidak lagi perlu mendapatkan bantuan.(R09)
Listrik Indonesia

