PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Hujan yang mengguyur Kota Pekanbaru pada Sabtu (31/5/2025) lalu tak hanya merendam ruas jalan dan pemukiman warga.
Pusat ekonomi warga juga terdampak banjir yang terjadi hampir sepanjang hari kemarin. Salah satunya adalah Pasar Kaget di Jalan Pinang Merah/Ikhlas di Kelurahan Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukitraya.
Pasar yang memang selalu ramai karena menjadi tumpuan tempat berbelanja warga setiap selasa dan Sabtu tersebut benar-benar dibuat lumpuh oleh karena tingginya genangan air di sekitar kawasan pasar.
Namun, situasi tersebut tak hendak menghentikan aktivitas para pedagang dan warga untuk melakukan jual beli. Pedagang tetap berjualan di lokasi banjir dan warga pun menikmati suasana tersebut layaknya berbelanja di pasar terapung.
''Ha, sesekali ini dek, divideokan, kita berbelanja di pasar terapung,''ungkap Dewi, salah seorang ibu yang ditemui saat sedang melintasi banjir yang memebentang di jalan masuk menuju lokasi pasar kaget tersebut.
Tentunya tak hanya dia yang berbelanja saat itu, ada ratusan bahkan ribuan warga yang terlihat tumpah ruah menikmati suasana berbelanja di lokasi banjir.
Sebagian besar pedagang di pasar kaget yang dikenal menjual banyak aneka ikan sungai dan sayuran segar tersebut tetap bertahan di lapak-lapak berjualan mereka walaupun air sudah menggenang hampir setinggi betis.
''Malas dek, kalau harus pindah, orang sudah tahu kami berjualan di sini. Karena itu, kami tidak pindah,'' kata salah seorang pedagang tahu, lontong dan aneka kebutuhan harian itu.

Kondisi warga berbelanja di tengah genangan air.
Namun, ada juga pedagang yang tetap memilih berjualan di lokasi banjir supaya pembeli lebih mudah mendapati lokasi mereka berjualan.
Di antaranya adalah pedagang ikan yang memilih menggelar ikan basah segar yang masih hidup di atas genangan air.
Warga pun tampaknya tidak terlalu mempermasalahkan sekali situasi tersebut. Karena bagi sebagian warga yang datang ke pasar itu, berbwlanja di pasar tersebut sudah menjadi keharusan untuk memastikan pasokan bahan makanan di rumah tetap tersedia.
Meski harus berdesakan dan berhimpitan di badan jalan masuk menuju pasar yang sempit, warga juga mengaku tidak mempermasalahkan situasi banjir seperti ini.
''Kita nikmati saja, karena ini kan sekali-sekali. Kalau tiap hari baru kita minta pemerintah untuk membenahi,'' ungkap pengunjung lainnya.
Hingga menjelang magrib, aktivitas di pasar kaget itu terus makin ramai, karena banyak dari warga yang memang tidak tahu kalau kondisi pasar tersebut sedang kebanjiran.
Pasar Kaget Pinang Merah ini sendiri memang lokasinya bersempadan langsuing dengan aliran Sungai Sail di sekitaran jembatan Jalan Parit Indah-Jalan pesantren. Ketika banjir, kondisi permukaan air sungai sudah meluber hingga ke perumahan warga juga badan jalan di sekitran Jalan Pinang Merah/Ikhlas maupun Jalan Pesantren dan Jalan Parit Indah. (R04)
Listrik Indonesia

