PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Kota Pekanbaru kembali mengalami deflasi ekonomi pada periode Mei 2025, dengan besaran -0,49 persen (mounth-to mounth).
Adapun angka inflasi tahun ke tahun (Mei 2025 terhadap Mei 2024) tercatat sebesar 1,20 persen serta secara tahun kalender (Mei 2025 terhadap Desember) sebesar 1,58 persen dengan angka indeks harga konsumen (IHK) sebesar 108,11.
Rilis inflasi ini disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) Pekanbaru dalam rapat inflasi yang dilaksanakan di Perkantoran Tenayan Raya, Pekanbaru, Senin (2/6/2025) yang dipimpin langsung oleh Sekdako Pekanbaru dan dihadiri pimpinan OPD terkait seperti Asisten II, Kepala Disperindag, Kadis Ketahanan Pangan dan kabag perekonomian.
Penyumbang utama deflasi pada bulan mei 2025 secara mounth to mounth adalah berasal dari kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan andil sebesar 0,64 persen.
Adapun beberapa komoditas penyumbang utama deflasi adalah: cabai merah, kentang, bawang merah, jeruk, udang basah, dan cabai rawit dengan tingkat inflasi Mei 2025 masing-masing sebesar -36,00%; -11.38%; -7.07%; -6.19%; dan - 26.21%.
Adapun untuk inflasi, pada periode Mei 2025 secara year on year (y on y) adalah berasal dari beberapa kelompok, masing-masing: Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan andil 0,76%.
Adapun Komoditas penyumbang utama inflasi pada kelompok ini adalah emas perhiasan.
Kemudian, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran dengan andil 0,44%. Adapun Komoditas penyumbang utama inflasi pada kelompok ini adalah nasi dengan lauk.
Selain itu, kelompok transportasi dengan andil 0,08%. Komoditas penyumbang utama inflasi pada kelompok ini adalah mobil.(R04)
Listrik Indonesia

