JAKARTA (RIAUSKY.COM)- Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir membahas khusus terkait harga minyak goreng merek Minyakita yang sampai saat ini dilaporkan para banyak daerah masih di atas Rp18.000 per liter.
Menurut dia, harusnya, harga Minyakita itu sama di seluruh daerah. Karena, minyak goreng ini diproduksi di bawah pengawasan pemerintah.
Permasalahan harga Minyakita yang masih cukup tinggi diatas Harga Eceran Tertinggi (HET) itu disampaikan Tomsi Tohir saat memimpin rapat koordinasi pengendalian inflasi bersama sejumlah kementerian dan lembaga terkait maupun pemerintah daerah.
''Ini juga masalah yang belum selesai-selesai juga, masalah yang berkaitan dengan penyaluran Minyakita, yang harganya masih di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Padahal ini diproduksi oleh pemerintah. Harusnya, harganya sama di mana-mana,''ungkap Tomsi.
Dalam rapat tersebut, Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir mendapati laporan bahwa masih ada banyak daerah yang menjual Minyakita di atas HET yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp15.700 per liter.
Jenderal bintang tiga yang dikaryakan ke Kementerian Dalam Negeri ini mengaku aneh, karena sampai saat ini, harga Minyakita masih di atas Rp18.000, padahal, minyak goreng tersebut diproduksi di bawah pengawasan pemerintah.
Terkait itu, Tomsi juga meminta Kementerian Perdagangan dan Satgas Pangan untuk melakukan pengawasan dan mendata daerah-daerah yang masih ditemukan harga Minyakita jauh di atas HET tersebut.
''Itu kan data yang disampaikan hanya yang Rp18.000, saya minta kalau bisa Kementerian Perdagangan juga mendata daerah yang harga Minyakita- nya di atas Rp17.000. Karena ini masih terlalu tinggi dibandingkan dengan HET,''ungkap dia.
Dalam laporan yang disampaikan oleh Kementerian Perdagangan, pada pekan pertama Juni 2025, diketahui sejumlaH 73 daerah di Indonesia mengalami kenaikan untuk Indeks Perkembangan Harga (IPH) gabungan minyak goreng premium, curah maupun minyakita. Sementara sebanyak 283 daerah cenderung stabil.
Dan untuk itu, Kementerian Perdagangan mengusulkan untuk melakukan prioritas intervensi terhadap 28 daerah dengan IPH di tas Rp18.000.
Dalam kesempatan tersebut, perwakilan Kementerian perdagangan mengungkapkan pada beberapa daerah memang harga Minyakita masih di atas Rp18.000 per liter.
Hanya saja, dijelaskan dia, dalam beberapa bulan terakhir, pemerintah sudah melakukan beberapa upaya untuk bisa menekan harga Minyakita.
''Dalam beberapa bulan ini, sudah ada penurunan harga Minyakita. Kita juga melakukan langkah internvensi dengan bekerja sama dengan Perum Bulog untuk menambah pasokan Minyakita juga dalam upaya menekan harga,'' ungkap perwakilan Kementerian perdagangan.
Selain membahas tentang Minyakita, pada rapat itu juga dibahas perihal pasokan beras SPHP yang masih dibutuhkan masyarakat di sejumlah daerah di Indonesia, juga harga komoditas bawang putih yang sejauh ini masih relatif tinggi.
Tampak mengikuti rapat secara daring ini jajaran Pemerintah Kota Pekanbaru di pimpin Asisten II Ingot Ahmad Hutasuhud dan juga dihadiri Staf Ahli Bidnag Ekonomi H. Mahyuddin, dinas terkait seperti Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) H. Maisisco, Kadis Pertanian Muhammad Firdaus, Kabag Perekonomian Boge Peni.(R04)
Listrik Indonesia

