JAKARTA (RIAUSKY.COM)-- Badan Pangan Nasional (Bapanas) mendorong penganekaragaman konsumsi pangan berbasis potensi sumber daya lokal untuk mewujudkan kemandirian pangan bangsa. Langkah tersebut tengah dioptimalkan melalui implementasi Perpres 81 Tahun 2024, yang dibahas bersama pentahelix diantaranya akademisi, pelaku bisnis, pemerintah, masyarakat, dan media pada pertemuan Internalisasi dan Tindak Lanjut Perpres 81 Tahun 2024 di Kantor NFA, Jumat (13/6/2025).
Rinna Syawal, Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan NFA, menyampaikan perpres tersebut merupakan instrumen penting untuk mendorong penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal.
“Berdasarkan Perpres No 81 Tahun 2024, penganekaragaman konsumsi pangan berbasis potensi sumber daya lokal dapat lebih diberdayakan. Dalam pertemuan kali ini, pentahelix bergabung untuk mencari solusi dan mendiskusikan implementasi yang lebih luas,” ujar Rinna.
“Mengonsumsi pangan lokal bukan hanya soal memenuhi gizi, tapi juga turut menggerakkan perekonomian, menjaga budaya, ramah terhadap lingkungan, dan yang tak kalah penting, mewujudkan kemandirian pangan bangsa.” tambahnya.
Sementara itu, Andriko Noto Susanto, Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan NFA, juga menekankan pentingnya kerja sama dan sinergi untuk mencapai visi tersebut.
“Perpres 81 Tahun 2024 memang diterbitkan untuk menjadi landasan penting. Dengan pertemuan ini, kami ingin mendorong implementasi gerakan penganekaragaman konsumsi pangan, juga promosi dan edukasi mengenai pangan lokal, bersama pemerintah, masyarakat, dan para pelaku usaha.” ucap Andriko.
“Harapan kami, sinergi dan kolaborasi yang terjalin hari ini mampu mewujudkan kemandirian pangan berdasarkan spirit UU Nomor 18 Tahun 2012, sehingga sumber pangan yang tersedia berasal dari produksi di dalam negeri.” harapnya.
“Ketahanan pangan memang penting, tapi kemandirian pangan lebih penting. Dalam kemandirian pangan, sumber pangan harus berasal dari dalam, bukan bergantung dari luar. Ini juga sesuai visi Bapak Presiden Prabowo Subianto.” tambahnya.(R02)
Listrik Indonesia

