SIAK (RIAUSKY.COM)- Bupati Siak Afni Zulkifli melakukan audiensi dengan Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau, Embiyarman.
Kedatangan Bupati disambut baik oleh jajaran DLHK Provinsi Riau. Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Peraga Dinas LHK Provinsi Riau, Pekanbaru, Jumat (20/6/2025).
Pertemuan ini membahas kondisi wilayah Siak yang sebagian besar berada dalam kawasan hutan produksi. Kawasan hutan yang luas menjadi tantangan dalam pembangunan kampung dan akses infrastruktur dasar. Pemkab Siak berharap ada sinergi, dukungan, dan saran dari pemerintah provinsi agar pembangunan tetap berjalan dan permasalahan lahan masyarakat dapat diselesaikan sesuai aturan.
Audiensi ini merupakan bagian dari visi Bupati dalam memperjuangkan hak masyarakat atas ruang hidup, serta mendorong pembangunan yang adil, berkelanjutan, dan mencerminkan nilai budaya Melayu.
“Kami datang ke DLHK karena kondisi yang ada di Siak. Faktanya, kawasan hutan produksi lebih luas daripada kawasan APL-nya,” kata Afni saat audiensi dengan jajaran DLHK Provinsi Riau.
Audiensi tersebut dikatakan dia, menjadi langkah awal konsultasi antara Pemerintah Kabupaten Siak dan DLHK Provinsi untuk merancang skema pembangunan kampung yang berkeadilan dan tetap menjaga kelestarian lingkungan. .
Berdasarkan data yang disampaikan, sekitar 44,2 persen wilayah Kabupaten Siak atau 359.689 hektare merupakan kawasan hutan produksi.
Sementara itu, Area Penggunaan Lain (APL) hanya mencakup 356.217 hektare atau sekitar 43,7 persen. Kondisi ini menyebabkan keterbatasan ruang untuk pembangunan permukiman, fasilitas sosial, dan akses jalan.
Afni menegaskan bahwa konflik lahan yang terjadi bukan bentuk perebutan lahan, melainkan perjuangan masyarakat untuk mempertahankan ruang hidup mereka.
Ia juga menyampaikan bahwa kehadiran DLHK dalam berbagai kasus sebelumnya telah membantu membuka ruang dialog antara warga dan pihak pemegang konsesi.
“Kalau DLHK bersama kami, kami merasa lebih percaya diri menghadapi pemilik konsesi. Selama ini konflik dilempar ke kami saja,” ujar Afni.(R08)
Listrik Indonesia

