PANGKALAN KERINCI (RIAUSKY.COM)- Bupati Pelalawan H. Zukri melakukan peninjauan terhadap lokasi rumah warga yang rubuh setelah bencana aberasi yang terjadi di Bantaran Sungai Kampar. Desa Sering, Pelalawan.
Selain menyerahkan bantuan, Bupati Pelalawan Zukri pun menawarkan solusi untuk relokasi warga yang rumahnya sudah dalam posisi membahayakan, juga rubuh ke sungai.
Untuk warga yang saat ini terdampak, dia juga menawarkan akan membantu untuk memberikan modal usaha.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Zukri sempat berdiskusi dengan warga yang menjadi korban rumahnya runtuh ke sungai akibat bencana aberasi tersebut juga RT setempat.
Dia tidak menafikan kalau kondisi ini secara jangka panjang memerlukan solusi, salah satunya relokasi. Namun, dia juga mempertimbangkan aspek kegiatan masyarakat yang umumnya juga hidup dan mengandalkan sungai sebagai tempat hidup dan bermukim.
Sementara itu, proses evakuasi untuk para korban sendiri sejauh ini telah dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pelalawan.
Dilaporkan, setidaknya ada tujuh unit rumah dan bangunan yang runtuh karena musibah tersebut.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pelalawan, Zulfan, mengungkapkan bahwa abrasi ini sebenarnya telah terjadi sejak lama, namun dua bulan terakhir kondisinya semakin parah hingga merambah ke wilayah pemukiman warga.
“Dalam dua bulan terakhir, abrasi sudah sampai ke rumah-rumah warga. Ada longsor sepanjang kurang lebih 25 meter dengan lebar sekitar 7 meter. Akibatnya, tujuh rumah warga ambruk,” kata Zulfan.
Zulfan pada kesempatan itu juga menjelaskan, BPBD Pelalawan langsung mengevakuasi seluruh warga terdampak.
Sebanyak enam keluarga kini sudah pindah dan tinggal sementara di rumah sanak saudara, sedangkan satu keluarga lainnya menempati tenda pengungsian yang telah didirikan oleh BPBD .
Zulfan menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Pelalawan telah menyalurkan bantuan logistik serta memberikan pendampingan sosial kepada para korban. Bantuan ini mencakup kebutuhan pokok sehari-hari seperti makanan, selimut, dan peralatan mandi, guna memastikan kondisi para pengungsi tetap terjaga.
“Kami juga sudah melakukan koordinasi lintas sektor. Instansi terkait akan segera merumuskan penanganan darurat dan rencana jangka panjang untuk mengatasi abrasi ini agar tidak terulang di kemudian hari,” kata Zulfan. (R09)
Listrik Indonesia

