PEKANBARU (RIAUSKY.COM) - Civitas Akademika Universitas Islam Riau (UIR) kembali menunjukkan eksistensinya sebagai tenaga pendidik yang berdampak bagi masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan berhasilnya tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) UIR menerima dana hibah dari Kementerian Pendidikan Tinggi (Dikti) dengan skema Pemberdayaan Berbasis Kewirausahaan ruang lingkup Pemberdayaan Mitra Usaha Produk Unggulan Daerah (PM-UPUD).
Tim tersebut adalah Dr. Made Devi Wedayanti, S.AP.,M.Si dari Fakultas Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL), Dr. Eva Sundari, S.E.M.M dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), dan Dr. Apri Siswanto, S.Kom.,M.Kom dari Fakultas Teknik (FT).
Dalam proposal yang diajukan, tim PKM UIR ini memfokuskan kegitan pemberdayaan mitra usaha produk unggulan daerah pada dua pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yaitu Kerupuk Sagu Uwit dan Kerupuk Sagu Sina yang berada di Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau.
Dr. Made Devi Wedayanti, S.AP.,M.Si menyatakan, pemilihan UMKM Karupuk Sagu sebagai mitra didasari oleh produk tersebut yang menjadi unggulan di Kabupaten Kuantan Singingi. Fokus pembinaan dilakukan pada proses produksi, manajemen produksi, dan pemasaran.
“Dana hibah yang diraih disalurkan dengan memberikan bantuan mesin pengaduk dan pemotong kerupuk otomatis guna mempercepat proses produksi. Tim pengabdian tentunya juga mendampingi proses penyusunan standar operasional prosedur hingga memfasilitasi pendaftaran legalitas usaha seperti merek dagang dan lain sebagainya”, ujar Dr. Made Devi Wedayanti, S.AP.,M.Si.
Kemudian proses pendampingan pemasaran produk diberikan dengan memberikan pemahaman cara memanfaatkan teknologi informasi seperti media sosial, marketplace dan e-commerce untuk menjual Kerupuk Sagu.
“Melalui pembinaan yang telah kami lakukan tentunya Kerupuk Sagu berhasil di pasarkan secara online dan juga telah tersedia di gerai – gerai yang berada di Kota Pekanbaru seperti Alfamart dan Indomaret”, ujar Dr. Made Devi Wedayanti, S.AP.,M.Si.
Sebelumnya adanya pendampingan, omset yang diraih hanya sekitar 16.000,-/bulan, namun setelah diberikan pendampingan omset berhasil naik menjadi 36.000.00,-/bulan. Artinya pendampingan yang dilakukan oleh tim PKM UIR berhasil meningkatkan kualitas produksi jual beli Kerupuk Sagu Uwit dan Kerupuk Sagu Sina di Kabupaten Kuantan Singingi. (hms/smh)
Listrik Indonesia

