SIAK (RIAUSKY.COM)- Wakil Bupati Siak Syamsurizal memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla di Balai Datuk 4 Suku, Rabu (23/7/2025).
Ropat koordinasi ini , menyikapi potensi Karhutla yang diprediksi BMKG terjadi pada Juni–September 2025.
Hingga 22 Juli 2025, tercatat 82 hotspot dan 38 firespot di Kabupaten Siak dengan total lahan terbakar seluas 87,8 hektar, menjadikan Siak peringkat ke-4 luas kebakaran lahan di Riau.
Sebagai respons, Pemkab telah menetapkan Status Siaga Darurat sejak 16 April 2025 dan segera membentuk Posko Karhutla mulai dari tingkat kampung hingga kabupaten.
Posko ini akan melibatkan BPBD, TNI, Polri, tenaga kesehatan, perusahaan, MPA, dan unsur terkait lainnya.
Selain itu, patroli dan sosialisasi pencegahan akan digencarkan. Wabup juga menegaskan perusahaan wajib menjaga Tinggi Muka Air Tanah (TMAT) 40 cm di lahan gambut, menyediakan peralatan pemadam, serta ikut bertanggung jawab menangani kebakaran dalam radius 5–10 km dari wilayah operasionalnya.
Sebagaimana diketahui berdasarkan update Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BPBD Siak, hingga 22 Juli 2025, tercatat ada 9 kecamatan di wilayah Siak yang terindikasi terjadi karhutla, dan terparah terdapat di wilayah Kandis, Singai apit dan Dayun.
Berikut adalah sebarannya:
Kandis 65,18 hektare
Sungai Apit 14,5 hektare
Dayun 2,52 hektare
Tualang 2,28 hektare
Siak 1,12 hektare
Sungai Mandau 1 hektare
Mempura 0,65 hektare
Minas 0,5 hektare
Koto Gasib 0,05 hektare.
Adapun kecamatan lainnya sejauh ini terpantau tidak ditemukan hotspot dan titik api.(R08)

