KUANSING (RIAUSKY.COM) - Gubernur Riau Abdul Wahid bersama Kapolda Riau Irjen Pol Dr. Herry Heryawan dan kejati Riau serta Danrem Datang ke kuansing terkait maraknya Aktifitas Pertambangan Emas Tanpa Izin ( PETI) Di Kabupaten Kuantan Singingi ( Kuansing).
Kegiatan ini dilaksanakan di pulau bungin seberang taluk, kecamatan Kuantan tengah, kabupaten Kuantan singingi, Kamis, ( 31/07/2025) sekira pukul, 06 : 30 WIB, Di Arena Pacu Tepian Narosa Teluk Kuantan,
Selain dihadiri Gubernur Riau Abdul Wahid juga dihadiri Kapolda Riau Irjen Pol Dr. Herry Heryawan, Kajati Riau Akmal Abbas, Danrem, Dandim, Bupati Kuansing Dr H Suhardiman Amby MM, Kapolres Kuansing AKBP Raden Ricky Pratidiningrat SIK MH serta pejabat lainnya
Gubernur Riau Abdul Wahid dalam penyampaiannya, ia menegaskan serta mewanti - wanti terkait pertambangan Emas Tanpa Izin Di wilayah kabupaten Kuantan singingi tidak ada kata kata Kompromi dalam penindakan peti.
Kemudian kegiatan peti harus mendapatkan penindakan serius pada aparat Penegak Hukum dikuansing, baik kegiatan yang berada di darat bahkan kegiatan yang ada di aliran sungai Kuantan,
Gubri Abdul Wahid, bersama kapolda Riau beserta kejati Riau dan Danrem melakukan kunjungan serta memberikan dukungan penuh atas penindakan peti yang ada di kabupaten Kuantan singingi, baik kegiatan peti yang ada di darat maupun dialiran sungai Kuantan untuk tidak beroperasi ke depannya.
Terlihat jelas, sejatinya air sungai Kuantan sudah mengalami keru, ini diakibatkan tercemarnya oleh aktifitas peti yang beroperasi,
Dimana air sungai Kuantan tidak hanya sebagai kebutuhan masyaraakat akan tetapi juga merupakan suatu aset dalam pelaksanaan pacu jalur ( Tradisi) setiap tahunnya dilaksanakan.
Dimana Kabupaten Kuantan singingi tidak lama lagi akan melaksanakan pesta rakyat pada bulan Agustus 2025 di tepian Narosa ini, terlebihnya lagi Pacu Jalur saat ini Yang merupakan sudah mendunia atas keviralannya.
Kemudian budaya pacu jalur Di kabupaten Kuantan singingi saat ini tidak hanya digemari masyarakat kabupaten Kuantan singingi dan Riau saja, akan tetapi dimata internasional ( Dunia) juga sudah terkenal dengan tarian anak Joki di Haluan Jalur.
Atas dipandang oleh mata Internasional, maka Air Sungai Kuantan dan Alirannya harus dijaga dan bersih sebaik mungkin dari aktifitas Peti serta perusakan lingkungan.
Dimana, aktifitas Peti yang barada di lapangan penindakannya tengah
Kemudian penindakan peti di lapangan tengah disiapkan solusinya yang tengah di proses Provinsi Riau," Hal ini disampaikan Gubri Abdul Wahid saat apel gelar pasukan penertiban peti di Teluk Kuantan.
Pada gelar pasukan penindakan Peti di wilayah kabupaten Kuantan singingi, Gubri juga menyampaikan, saat ini tengah dilakukan persiapan dan mengalihkan ke wilayah pertambangan Rakyat, ( WPR) sehingga pelaku Peti bisa melakukan pengurusan izin pertambangan Rakyat ( ITE) yang diajukan pemkab kuansing serta titik-titik titik WPR nya jelas gubri.
Kemudian Gubri juga menyampaikan kepada pelaku peti, untuk tidak melakukan aktifitas di aliran sungai Kuantan dan diluar wilayah Pertambangan Rakyat ( WPR), hal ini yang tengah diproses serta diajukan ke kementrian ESDM oleh provinsi Riau jelasnya.
Harapan gubri, Air sungai Kuantan wajib bersih dari Aktifitas Pertambangan, hal ini sebagai upaya menjaga marwah warisan budaya di kabupaten Kuantan singingi, dimana ini merupakan visi misi provinsi riau agar provinsi hijau yang ramah lingkungan.
Terkait hal ini Gubernur Riau Abdul Wahid Optimis dengan Kolaborasi bersama Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan dan Danrem, Dandim, polres kuansing, Pemkab Kuansing, Aktifitas Peti sejak dahulu beraktifitas sehingga bisa dituntaskan. Namun tidak hanya dikubu Polda Riau saja juga akan melakukan kerja sama dengan Sumatra barat, kabupaten damasraya dan daerah lainnya yang bermuara ke sungai Kuantan, guna untuk memberantas PETI. Jelasnya. Adapun kegiatan ini berlansung hingga H-7 tanggal (13/08/2025) selain melakukan penertiban PETI.(R12)
Listrik Indonesia

