PEKANBARU (RIAUSKY.COM) - Universitas Islam Riau (UIR) kembali dipercaya oleh Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) melalui Direktorat Jendral Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru sebagai Perguruan Tinggi pelaksana Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Guru Tertentu.
Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) diteken oleh Rektor UIR Assoc. Prof. Dr. Admiral, S.H.M.H pada Rabu, 27 Agustus 2025 di Millenium Hotel Sirih Jakarta. Tidak sendiri, Rektor juga didampingi Wakil Dekan Bidang Akademik, Riset dan Inovasi Dr. Khulaifiyah, S.Pd.,M.Pd dan Direktur Direktorat Sumber Daya (DSD) UIR Dr. Azwirman, S.Ak.,M.Acc.
Penandatanganan PKS diikuti 139 Perguruan Tinggi lainnya di Indonesia yang masuk daftar LPTK Penyelenggara PPG tahap 1 dan tahap 2 tahun 2025. UIR bersama PT lain turut mengikuti agenda utama kegiatan yaitu pemaparan kebijakan program prioritas dikjen GTK tahap 1 dan tahap 2 tahun 2025.
Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UIR Assoc. Prof. Dr. Miranti Eka Putrri, S.Pd.,M.Ed menyampaikan “2025 merupakan tahun ke 3 Universitas Islam Riau dipercaya sebagai mitra Kementrian Dikdasmen yang melaksanakan PPG untuk guru tertentu”.
Keikutsertaan UIR sebagai penyelenggara PPG menunjukkan eksistensi dan komitmen UIR dalam menyokong peningkatan kualitas pendidikan guru di Indonesia khususnya wilayah sumatera.
Apresiasi dan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan oleh Kementrian Diksamen. Assoc. Prof. Dr. Miranti Eka Putrri, S.Pd.,M.Ed menuturkan, UIR berkomitmen melahirkan guru – guru professional yang berintegritas, adaptif, dan siap menjadi tenaga pendidik bagi muridnya kelak.
“Saat ini terdapat 5 Bidang Studi pada Program Profesi Guru FKIP UIR yaitu Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Seni Budaya, Pendidikan Biologi, serta Pendidikan Akuntansi dan Keuangan Lembaga” ujar Dekan FKIP UIR.
Dibawah komando Ketua Program Studi PPG Leo Adhar Effendi, S.Pd., M.Pd., dan Sekretaris Program Studi, Dr. Arimuliani Ahmad, S.Pd.,M.Pd, diharapkan program PPG UIR bisa memperkuat kompetensi professional, sosial dan kepribadian guru sehingga lulusan tidak hanya berkompeten secara akademik tetapi juga siap menjadi agent perubahan di sekolah tempat guru tersebut mengabdi. (hms/smh)
Listrik Indonesia

