SIAK (RIAUSKY.COM)- Menghadapi datangnya musim hujan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak bergerak cepat dengan melakukan normalisasi kanal di sejumlah titik rawan banjir sebagai langkah mitigasi dini.
Bupati Siak, Afni, menegaskan bahwa seluruh alat berat telah disiagakan, sementara tim gabungan yang terdiri atas personel TNI, organisasi perangkat daerah (OPD), serta pihak perusahaan sekitar mulai diterjunkan ke lapangan untuk melakukan pembersihan kanal yang mengalami pendangkalan.
"Bulan ini sudah masuk musim penghujan, kita harus waspada terhadap potensi banjir di titik-titik yang biasanya tergenang. Alat berat sudah kita siapkan, dan tim gabungan mulai melakukan langkah mitigasi di lapangan,” ujar Bupati Afni saat meninjau lokasi normalisasi, Senin (20/10/2025).
Di Kampung Benteng Hulu, Kecamatan Mempura, terlihat alat berat tengah mengeruk saluran air di kiri dan kanan sepanjang Jalan Pemda. Kegiatan ini dilaksanakan secara kolaboratif bersama Babinsa, dengan menggunakan alat berat milik perusahaan sekitar dan didukung mobilisasi dari Dinas Pekerjaan Umum.
Sementara itu, di Kecamatan Pusako, normalisasi kanal dilakukan dari perbatasan Pebadaran hingga Simpang Empat Pasar CIC, membentang sejauh enam kilometer di kedua sisi jalan utama. Langkah ini diharapkan mampu memperlancar aliran air hujan dan mencegah genangan di kawasan permukiman warga.
Masih di wilayah Mempura, Sungai Mempura dijadwalkan akan dinormalisasi menggunakan alat berat amphibi milik Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) III, dengan pelaksanaan dimulai pada November mendatang.
Setelah pekerjaan di Pusako rampung, alat berat akan langsung dipindahkan ke Kecamatan Sungai Apit. Di daerah ini, normalisasi difokuskan di wilayah Harapan dan Teluk Mesjid dengan melibatkan partisipasi komunitas masyarakat setempat.
Di Kecamatan Tualang, sejumlah titik rawan banjir telah disurvei. Pekerjaan normalisasi kanal dijadwalkan mulai November, dengan menggunakan alat berat dari Dinas PU. Seluruh kegiatan dikoordinasikan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan perusahaan sekitar, mengingat sebagian wilayah terdampak berada di kawasan industri.
Adapun di Kecamatan Sabak Auh, pemerintah daerah meminta dukungan dari perusahaan pelaksana proyek Inpres di wilayah Daerah Irigasi Rawa (D.I.R) Sabak Auh untuk membantu membuka saluran air di lingkungan permukiman warga. Tujuannya agar aliran air lebih lancar ketika curah hujan meningkat.Bupati Afni juga mengingatkan bahwa upaya pemerintah tidak akan berhasil tanpa partisipasi aktif dari masyarakat.
“Mulailah dari hal kecil, buang sampah pada tempatnya, jaga sekat kanal, dan segera laporkan ke perangkat desa bila ada saluran air yang tersumbat,” kata dia.
Pemerintah Kabupaten Siak menegaskan komitmennya dalam menghadapi musim penghujan ini secara terencana dan menyeluruh, demi meminimalkan dampak bencana banjir terhadap masyarakat.
Listrik Indonesia

