Masak Nasi Goreng B2SA, Wali Kota Pekanbaru Kalah Dari Kepala BNN dan Komandan Kodim

Masak Nasi Goreng B2SA,  Wali Kota Pekanbaru Kalah Dari Kepala BNN dan Komandan Kodim
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho dan Kemandan Kodim Pekanbaru memasak nasi goreng di acara Festival Pangan Lokal Lomba Cipta Menu Nasi Goreng B2SA, Senin (3/11/2025) sore tadi.

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Festival Pangan Lokal Pekanbaru tahun 2025 dilaksanakan oleh DInas Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru,  Senin (3/11/2025) pagi  hingga siang hari tadi.

Aneka kreasi pangan lokal berupa olahan makanan Beragam Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) karya kaum ibu yang berasal dari 15 kelompok dari seluruh kecamatan di Kota Pekanbaru dipertandingkan. Namun, fokusnya adalah mempersiapkan menu makanan yang hendak direkomendasikan sebagai menu untuk pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dari pantauan di lapangan, masing-masing dari kelompok peserta tampak sudah dengan penuh semangat menyiapkan menu dan menatanya di dalam wadah omprengan masing-masing.

Masing-masing kelompok menyiapkan sebanyak 5 omprengan dari kreasi yang dihasilkan. Masing-masing terdiri atas nasi, lauk pauk, sayuran dan buah dengan harga per omprengan maksimal Rp15.000.Dan itulah yang kemudian dibagikan kepada  masing-masing dewan juri yang berasal dari Badan Gizi Nasional (BGN), Master Cheft, perwakilan DKP Pekanbaru dan Ketua TP PKK Kota Pekanbaru.

Selain itu, panitia juga melakukan survei kepada sejumlah siswa untuk mengukur beberapa indikator penilaian terhadap makanan apa yang paling disukai oleh anak dan yang juga tidak disukai dengan melakukan uji makanan kepada tak kurang dari 15 siswa.

Tak hanya Festival Pangan Lokal saja yang tampak meriah dengan keikutsertaan 15 kelompok kaum ibu, kemeriahan juga semakin menjadi-jadi begitu digelar lomba memasak nasi goreng B2SA yang melihatkan unsur Forkopimda, Kepala OPD dan camat.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho yang ikut ambil bagian pada lomba memasak nasi goreng B2SA ini pun tak mau kalah menunjukkan kepiawaiannya dalam mengorak-arik bulir nasi menjadi nasi goreng.

Begitu juga dengan kemampuan mengolah telur dan mendekorasi makanan sehingga menarik bukan cuma dari sisi rasa, namun juga penampilannnya.

Kepala DKP Pekanbaru Muahmmad Jamil ikut berlomba menghasilkan nasi goreng B2SA.

Tak mau kalah dari Wali Kota, perwakilan dari Badan Narkotika Nsional, Polresta Pekanbaru, Lanud Roesmin Nurjadin, Kodim Pekanbaru juga tak ketinggalan menunjukkan kemampuan masing-masing untuk membuat nasi goreng.

Didampingi istri masing-masing, seluruh peserta langsung bergegas mengolah nasi goreng dalam waktu 12 menit yang disediakan oleh panitia.

Para supporter dari masing-masing peserta pun tak kalah meriah memberikan dukungan kepada jagonya. Bahkan tak jarang ikut memberikan tambahan resep.

Kepala BNN Kota Pekanbaru, Kombes Wawan akhirnya berhasil keluar sebagai pemenang untuk kreasi nasi goreng B2SA ini. Sementara juara kedua dimenangi Komandan Kodim Pekanbaru serta juara ketiga Danyon Arhanud Pekanbaru serta juara keempat Sekdako Pekanbaru serta kelima Asisten II Ingot AHmad Hutasuhud.

Sementara itu, untuk sesi kedua yang juga masih mempertandingkan kepiawaian para pimpinan OPD dalam memasak nasi goreng B2SA, hingga berita ini diturunkan masih berlangsung.

Keseruan dan kemeriahan acara yang dilaksanakan bersamaan dengan momen MTQ Kota Pekanbaru Ke-57 ini  tak hanya berlangsung siang, namun juga hingga magrib. Namun, peserta tak hendak beranjak dari lokasi acara yang diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru ini.

Kepala Dinas Ketahanan Kota Pekanbaru, Muhammad Jamil mengungkapkan kalau Festival Pangan Lokal ini  Lomba Cipta Menu ini kali ini mengambil tema ''Kreasi pemanfaatan pangan lokal dalam rangka mendukung program amakan bergizi gratis (MBG) pada anak usia sekolah dasar''. Dengan gelaran ini, diharapkan akan bisa dihasilkan kreasi makanan olahan yang memang memenuhi standar B2SA dan tentunya disukai oleh anak-anak.

Sementara Wali Kota Pekanbaru tampak sangat antusias mendukung kreativitas kegiatan yang melihatkan seluruh Forkopimda dan pimpinan OPD ini. Beberapa kali tampak  Wali Kota  merangkap menjadi juri untuk seluruh peserta dan mengingatkan pentingnya kejujuran dalam mengikuti setiap perlombaan. 

Wali kota sendiri mengaku kalau masakan apa yang dia hasilkan tidak akan mungkin menang dalam perlombaan ini. Karena, rasanya terlalu asin. ''Saya  tadi sudah coba rasanya, tak mungkinlah saya akan juara, saya sendiri yang tadi mencoba rasanya tak suka, apa lagi dewan juri,'' ungkap Agung sembari tertawa.(R04)

 

 

 

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional