Cek Optimalisasi Lahan dan Cetak Sawah Rakyat, Tim Irjenad dan Itjen Kementan RI Turun ke Rohil

Cek Optimalisasi Lahan dan Cetak Sawah Rakyat, Tim Irjenad dan Itjen Kementan RI Turun ke Rohil

BAGANSIAPIAPI (RIAUSKY.COM)- Guna memastikan pelaksanaan program Optimalisasi Lahan (OPLA) dan Cetak Sawah Rakyat (CSR) berjalan optimal, tim gabungan dari Inspektorat Jenderal TNI Angkatan Darat (Itjenad) dan Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Itjen Kementan RI) melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Rokan Hilir. 

Rombongan dipimpin oleh Inspektur Pembantu Inspektur Jenderal TNI Angkatan Darat (Irben Itjenad) Brigjen TNI Dedi Prihatmojo  dan Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian RI,  Sulistyorini. 

Kedatangan tim disambut langsung oleh Komandan Kodim (Dandim) 0321/Rohil Letkol Inf Diki Apriadi  di Markas Kodim 0321/Rohil, Jalan Kompleks Perkantoran Batu 6, Bagansiapiapi, pada Rabu (5/11/2025). 

Turut hadir Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Distan Provinsi Riau, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Rohil, serta seluruh jajaran Kodim 0321/Rohil. 

Dalam paparannya, Dandim 0321/Rohil Letkol Inf Diki Apriadi menjelaskan bahwa OPLA merupakan hasil kerja sama antara Kementan RI dengan TNI AD. Kerja sama ini terwujud melalui beberapa perjanjian, antara lain Perjanjian Kerja Sama (PKS) TNI AD dengan Kementerian Pertanian RI, PKS Teknis (PKST) Korem 031/WB dengan Distan Riau, dan kontrak kerja sama Kodim 0321/Rohil dengan Distan Kabupaten Rohil.

Dandim merinci, di Rokan Hilir pihaknya telah menyelesaikan pembangunan prasarana dan sarana pertanian 5.002,55 hektare (Ha) yang tersebar di enam kecamatan, yakni Bangko, Sinaboi, Rimba Melintang, Pekaitan, Kubu, dan Kubu Babussalam. 

Selain pengolahan lahan, kegiatan fisik lainnya juga telah diselesaikan, meliputi pembangunan long storage, box culvert, pintu klep, tanggul, saluran tersier, saluran sekunder, pintu air, pelimpahan, saluran ferrocement, serta normalisasi saluran. 

Irben Itjenad Brigjen TNI Dedi Prihatmojo menyampaikan bahwa pelaksanaan OPLA dan progres CSR merupakan langkah strategis dalam mendukung terwujunya swasembada pangan nasional dan memperkuat ketahanan pangan. 

"Kami melihat adanya bukti nyata keseriusan dan partisipasi aktif masyarakat dalam menyukseskan program ini di lapangan. Meskipun demikian, kami juga menyadari bahwa tantangan seperti pengelolaan irigasi dan faktor cuaca sering kali muncul," ujar Dedi. 

Oleh karena itu, sinergi dan kolaborasi yang erat antara pemerintah daerah, petani, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci utama untuk memastikan OPLA dan CSR berjalan lancar serta memberikan manfaat maksimal yang berkelanjutan bagi semua pihak. 

Sementara itu, Tim Irjen Kementan RI, Dra. Sulistyorini, M.M., menjelaskan bahwa OPLA adalah program yang mengoptimalkan lahan tidur atau lahan yang tidak difungsikan masyarakat untuk meningkatkan produktivitas pertanian. 

Tujuannya adalah meningkatkan frekuensi tanam dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali setahun. 

"Program ini dilakukan melalui perbaikan dan penataan tata air dan lahan agar lahan yang sudah ada menjadi produktif, mendukung ketahanan pangan nasional, dan bertujuan untuk mencapai swasembada pangan Indonesia," jelas Sulistyorini. 

Kepala DKPP Rohil Cicik Mawardi Athar mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Komandan Kodim 0321/Rohil beserta seluruh jajaran atas dedikasi dan kerja keras dalam menyukseskan OPLA dan CSR di wilayah tersebut. 

"Program ini merupakan inisiatif strategis yang dilaksanakan secara swakelola, menunjukkan sinergi luar biasa antara TNI dan pemerintah daerah, serta keterlibatan aktif masyarakat petani. Kerja sama ini adalah wujud nyata dari upaya kita bersama untuk mewujudkan ketahanan pangan daerah, bahkan menuju swasembada pangan nasional," ungkap Cicik. 

Ia menjelaskan, alokasi cetak sawah mencapai 500 Ha, yang berdampak pada peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)  Rohil dan kesejahteraan masyarakat. 

"Minimal untuk kegiatan cetak sawah, uang APBN yang masuk untuk masyarakat Rokan Hilir mencapai Rp 50 Miliar, baik itu untuk pengolahan cetak sawah, irigasi, bibit, alat dan mesin pertanian, dan lain-lain," tambahnya. 

Pelaksanaan program secara swakelola tidak hanya mempercepat proses pengerjaan, tetapi juga menumbuhkan rasa kepemilikan yang kuat di antara para petani. 

Hasilnya diharapkan dapat membuka lahan produktif baru dan meningkatkan kesejahteraan petani di Rokan Hilir. 

"Kami berharap semangat kolaborasi dan sinergi antara DKPP Rohil dan Kodim 0321/Rohil dapat terus terjalin erat di masa mendatang untuk program-program pembangunan lainnya," harapnya. 

"Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo melalui Kementerian Pertanian atas bantuannya ke Pemda Rokan Hilir, karena lahan tidur masyarakat bisa digunakan. Bahkan ada yang sudah enam tahun tidak tergarap, kini bisa kembali digarap masyarakat," tutup Cicik.(R15)

 

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional