Buaya Monster Yang Ditangkap di Reteh Akhirnya Mati, Isi Perutnya Bikin Geleng-geleng Kepala...

Buaya Monster Yang Ditangkap di Reteh Akhirnya Mati, Isi Perutnya Bikin Geleng-geleng Kepala...
Buaya yang ditangkap warga di Reteh Inhil saat proses perawatan akhirnya mati. Bangkainya akan dikirimkan ke Jakarta.

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Buaya monster berukuran raksasa yang ditangkap warga di  Sungai Undan Kecamatan Reteh Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) akhirnya tak berumur panjang. 

Buaya berbobot  hampir 600 kilogram dengan panjang sekitar 5,7 meter tersebut mati setelah dibawa ke Kot Pekabaru untuk mendapat perawatan. 

Sayangnya, dalam proses tersebut, buaya tersebut tak berumur panjang. Kondisi luka pada bagian kaki dan tidak mau makan selama sepekan membuat buaya tersebut akhirnya harus menjalani perawatan sebelum akhirnya mati.

Namun, bangkai buaya tersebut tidak akan dikuburkan, melainkan akan dibawa ke Jakarta untuk diserahkan ke ke Lembaga Konservasi di bawah Binaan Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Kehutanan di Jakarta. 

Pengiriman bangkai buaya dengan berat 585 kilogram (kg) dan panjang 5,7 meter tersebut untuk preparasi selanjutnya diawetkan. 

"Ya, itu permintaan mereka, preparasi selanjutnya diawetkan," kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Inhil, Junaidi, Sabtu (22/11/25). 

Bangkai buaya super jumbo tersebut di bawa menggunakan mobil box pendingin agar tak terjadi pembusukan. Pemberangkatan bangkai buaya yang sudah dibungkus plastik tersebut di bawa pada pukul 21.00 WIB, kemarin.

Isi Perutnya Bikin Panik

Junaidi melanjutkan, sebelum bangkai buaya "si undan" di bawa ke Jakarta, personil DPKP Inhil terlebih dahulu sudah mengeluarkan isi perut buaya tersebut. 

Ternyata isinya mengejutkan, karena ada banyak sekali material tak lazim ditemukan di dalam perut buaya  mengerikan itu. 

Dijelaskan dia, di dalam perut buaya itu ditemukan sebanyak  20  kantong plastik, karung goni, tutup minuman kemasan, pisau kecil lengkap dengan ganggangnya, mata tombak.

Bahkan ada juga pecahan tabung televisi lama. Semua benda yang dijumpai di perut buaya tersebut masih utuh. Tak ada satu pun dijumpai tulang belulang hewan atau manusia. 

"Mungkin benda-benda yang tak mungkin bisa dicerna itu penyebab buaya itu mati. Bayangkan saja plastik itu ada 20 kantong plastik asoi, karung goni, tabung televisi," ungkap Junaidi lagi.(mc)

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional