PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Pemerintah Kota Pekanbaru mengumpulkan selureuh kepala Satuan Pelaksana Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ada di Kota Pekanbaru.
Pertemuan dengan seluruh Kepala SPPG se Kota Pekanbaru itu dilaksanakan secara tertutup.
Tampak hadir pada pertemuan tersebut, Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar, Asisten I yang juga Plt. Kadis Pendidikan Masykur Tarmizi, Kadis Ketahanan Pangan Muhammad Jamil, Kadis Perindag Iwan Simatupang, Kadis Koperasi Idrus juga Kadis pertanian Maisisco.
Pada kesempatan memimpin pertemuan tersebut, Wakil Wali Kota Pekanbaru mengungkapkan beberapa ketentuan yang wajib dipenuhi oleh seluruh SPPG dalam operasionalnya.
Salah satunya adalah terkait pengelolaan SPPG yang bersih dan aman untuk dikonsumsi, upaya koordinatif dalam pengawasan seperti melibatkan BPOM, Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan, termasuk juga perihal kewajiban untuk memiliki sertifikat KLHS dalam pengelolaan limbah dan lingkungan.
Dalam kesempatan itu, Markarius memingatkan seluruh SPPG dan yayasan untuk tetap mematuhi dan memenuhi ketentuan yang sudah menjadi pedoman yang sudah ditetapkan pemerintah.
Dan pada kesempatan itu, dia juga meminta agar kondisi tersebut dilaporkan dan diaudit dalam rangka memastikan aktivitas SPPG juga berjalan sesuai dengan regulasi.
Pada kesempatan itu, Markarius juga sempat menyinggung tentang laporan dari masyarakat terkait temuan makanan berbelatung yang ditemukan di salah satu sekolah di wilayah Rumbai.
Wawako Markarius menyebutkan agar permasalahan itu tidak dibesar-besarkan. Namun dia juga meminta Koordinator Wilayah SPPG untuk melaporkan tentang hasil audit lapangan yang telah dilakukan terkait laporan tersebut.
''Saya minta dilakukan audit lapangan atas kejadian tersebut. Memang, kejadiannya pada Kamis minggu lalu, tapi pastinya ada audit yang dilakukan terhadap pelaksanaan kegiatan MBG oleh setiap SPPG yang ada, sehingga kejadian serupa tidak sampai terjadi lagi,'' ungkap Wawako.
Sementara itu, dari laporan yang disampaikan oleh Korwil SPPG Pekanbaru, Helin Fauzia, disebutkan, saat ini dari target 100 SPPG, yang sudah berdiri sebanyak 80 SPPG, dan yang sudah running dan operasional adalah sebanyak 56 SPPG.
Dia juga menjelaskan, dari 56 SPPG yang sudah running tersebut, baru sekitar 26 SPPG yang mengantongi sertifikat KLHS. Adapun sisanya masih dalam proses pengurusan.
Ada banyak aspek yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Namun, dilaporkan kegiatan tersebut tidak untuk menjadi konsumsi media.(R04)
Listrik Indonesia

